16.4 C
New York
02/06/2020
Aktual Ekonomi

Ribuan UKM Siap Ditampung di Pasar Gaya Smesco

JAKARTA (Pos Sore) — Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP KUKM) siap menampung ribuan UKM ke acara Galeri Indonesia Wow dan memasarkan produk agribisnis dan produk lainnya ke Jepang.

Kini Smesco tengah mencari ribuan pengusaha kecil menengah yang akan diseleksi untuk diboyong ke Cirebon. Di Cirebon inilah akan dibangun Pasar Gaya Smesco.

“Ini sebagai langkah awal menembus pasar wilayah Pantura,” ujar Dirut LLP KUKM Ahmad Zabadi di sela-sela perayaan hari ulang tahun (HUT) Smesco ke-8 di gedung Smesco RumahKU, Minggu (29/3).

Ia mengatakan, pergerakan KUKM tidak hanya sekadar dibina Smesco RumahKU (Rumahnya koperasi UKM). Tetapi juga akan diberikan lahan atau tempat untuk memasarkan produk kreatif. Hasilnya, progres perkembangan KUKM pun semakin cepat.

Setelah merayakan HUT yang ke-8, pihaknya semakin semangat untuk mendukung produk UKM menjadi unggulan dan kreatif. Apalagi, menghadapi pasar global atau masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) ini, UKM Indonesia akan bersaing secara bebas memasarkan produk lokal yang bisa go international.

”Kami menjamin UKM Indonesia berpotensi menguasai pasar Asia di MEA. Sebab, UKM Indonesia jumlahnya paling banyak di Asia,” kata Zabadi.

Khusus untuk Pasar Gaya Semesco di Cirebon, lembaganya sedang melakukan proses kerja sama dengan beberapa pemerintahan di wilayah Pantura. Misalnya, pemerintahan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Zabadi menambahkan, Pasar Gaya Smesco menyediakan sedikitnya 1.200 kios, 1.800 toko, dan 56 ruko. Pasar ini nantinya bakal menjadi sentra atau pusat oleh-oleh khas Jawa Barat dan daerah lainnya. Tujuannya untuk membuka akses pemasaran UKM dan memfasilitasi terbentuknya pasar tradisional.

”Dengan dibangunnya pasar tersebut membuat para pedagang dari UKM bisa membuka akses yang representatif. Apalagi berjualan di pasar tersebut belum ada retribusi,” ujarnya.

Ketika disinggung terkait pemilihan Kota Cirebon sebagai lokasi Pasar Gaya Smesco, Zabadi menjelaskan bahwa Cirebon sebagai kota transit tujuan ke Jatim dan Jateng, ia menjawab, ”Pasar tersebut berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare. Jadi, pasar itu diharapkan sebagai tempat untuk mencari oleh-oleh khas Pantura atau Jabar.” (tety)

Related posts

Rumah DP 0 Rupiah Terwujud Oktober 2018

Tety Polmasari

Menkop: KUR di Manado Berjalan Baik

Tety Polmasari

Top 20 Approaches to Make Your Web-site Trustworthy On your Visitors

Tety Polmasari

Leave a Comment