Revolusi Mental Tim Transisi Serahkan Arsip ke ANRI

Sabtu, 11 Apr 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Kelompok Kerja Revolusi Mental Tim Transisi menyerahkan Arsip Revolusi Mental kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Menurut Kepala ANRI, Mustari Irawan, kegiatan serah terima arsip Revolusi Mental ini langkah awal penyerahan arsip yang dihasilkan Tim Transisi. Selanjutnya, akan diikuti penyerahan arsip yang hadihasilkan oleh Kelompok Kerja Tim Transisi lainnya.

“Arsip tersebut sudah selayaknya diserahkan ke ANRI untuk dilestarikan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan bangsa sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan,” kata katanya, di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Jumat (10/4) malam.

Penyerahan arsip ini dikemas dalam acara Power Dinner Gathering 54th Chief Marketing Officer (CMO) Club bertajuk ‘Mental Revolution: Making Indonesia Wow!’, yang dihadiri juga pakar marketing sekaligus pendirik Markplus Inc, Hermawan Karjaya.

Dijelaskan, arsip yang tercipta dari hasil pelaksanaan aktivitas Kelompok Kerja Revolusi Mental Tim Transisi tersebut hasil refleksi dari prestasi yang dibentuk atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, dan fungsi untuk berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penyerahan arsip dari Tim Transisi ini, lanjutnya, sebagai salah satu wujud pelaksanaan amanat UU No. 43 tahun 2009 tentang Kearsipan, khususnya pasal 43 dan pasal 53. Arsip yang diserahkan ke ANRI ini nantinya menjadi identitas dan jati diri bagsa, serta sebagai memori, acuan, dan bahan pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Arsip statis yang dihasilkan Tim Transisi ini rekaman kegiatan dan peristiwa yang akan menjadi bukti sejarah perjalanan bangsa dan merupakan asset nasional yang menggambarkan identitas dan jati diri bangsa. ANRI sebagai lembaga Pembina kearsipan nasional menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada anggota Tim Transisi yang telah memiliki kesadaran akan pentingnya penyerahan arsip statis kepada ANRI,” tambahnya.

ANRI menilai arsip statis Tim Transisi ini begitu penting karena berisi kegiatan dan peristiwa sebelum Joko Widodo menjabat sebagai Presiden. Dengan sendirinya, arsip ini juga bercerita tentang Presiden Joko Widodo yang juga perlu diketahui oleh masyarakat. Ia juga berharap, ketika Presiden Joko Widodo tak lagi menjabat, arsip selama kepemimpinannya juga diserahkan ke ANRI seperti halnya Presiden SBY di era sebelumnya.

Pihaknya tengah berencana membangun Diorama Kepresidenan Republik Indonesia yang bercerita tentang kepemimpinan Presiden-Presiden Indonesia. Tujuannya, agar masyarakat menjadi lebih mengetahui perjalanan kepemimpinan para Presiden Indonesia. Bangsa yang besar adalah bagaimana masyarakatnya menghargai jasa perjuangan para pahlawan, termasuk presiden dalam memimpin Indonesia, katanya.

Ia pun berharap, para Chief Executve Officer perusahaan-perusahaan yang hadir dalam kegiatan penyerahan arsip Tim Transisi ini dapat melakukan Revolusi Mental di bidang penyelematan arsip dengan cara menyerahkan arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan ke ANRI. Pihaknya berharap dunia usaha ikut membagikan CSR-nya kepada ANRI untuk membangunan pusat pembelajaran kepresidenan itu seperti halnya di negara maju lainnya.(tety)