Bangun Indonesia Timur untuk Persatuan dan Kesatuan Indonesia

Rabu, 6 Mei 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Carlos Rogger Evantino, aktifis pemuda NTT, meminta pemerintah lebih memperhatikan Indonesia bagian Timur. Di kawasan ini masih terjadi ketimpangan pembangunan yang tidak sepesat di kota-kota lainnya.

Permintaan ini dinilainya tak berlebihan mengingat terjadinya pergeseran geopolitik dunia dari laut atlantik ke Asia Pasifik yang harus dicermati. Ke depan, Asia Pasifik akan menjadi wilayah ‘pertarungan’ ekonomi, budaya, politik bahkan militer di dunia. Tentunya, apalagi kalau bukan untuk menguasai pasar, sumberdaya dan jalur perdagangan.

“Nah, Indonesia harus segera berbenah diri menghadapi tantangan geopolitik dunia ini. Salah satunya dengan memberikan perhatian lebih kepada wilayah Indonesia Timur,” tegasnya, dalam diskusi ‘Cahaya Timur untuk Persatuan dan Kesatuan Indonesia’ yang diadakan Solidaritas Pergerakan Aktifis Untuk Indonesia (SUROPATI), di kampus UGM, belum lama ini.

Menurutnya, pembangunan yang merata bisa saja dirasakan masyarakat Indonesia Timur, jika saja semua pihak saling mendukung. Ada baiknya masyarakat kita menarik kembali kepada sejarah sebelum Indonesia merdeka.

“Kala itu, ada persatuan pemuda-pemuda Nusantara yang juga melibatkan pemuda-pemuda Indonesia timur. Sejarah ini jangan dilupakan. Jong Java, Jong Sumatren dan Jong Ambon saling bersatu,” paparnya.

Bukti sejarah itu menunjukkan rasa kebangsaan orang-orang Indonesia timur sudah ada. Pada 1949, misalnya, ada Prof Herman Yohanes yang berasal dari NTT yang berkontribusi dalam mempertahankan Indonesia. Herman Yohanes adalah rektor kedua UGM.

“Ternyata kontribusi orang-orang Indonesia timur untuk perjalanan Republik tidak bisa kita tinggalkan,” ujarnya.

Jadi, menurutnya, agar pembangunan Indonesia lebih diperhatikan pemerintah, maka harus memperkuat dialog, bukan melakukan nasionalisme yang agresif-militeris. Tindakan seperti ini malah membuat Indonesia timur dicap sebagai separatis yang tidak nasionalis.

“Orang-orang Indonesia timur juga harus mengkritik perilaku elite lokal yang suka mengeksploitasi Indonesia timur sendiri,” tegasnya.

Ketua Dewan Penasihat Patimura DIY, Ir. Jacky Latupeirisa, M.A, menambahkan, Indonesia bagian timur sesungguhnya memiliki skill atau keahlian tinggi karena ditempa alam dan sumberdaya makanan yang bergizi seperti ikan. Namun kekurangan orang timur adalah tidak sabar dan ulet seperti orang Jawa.

“Jika kita belajar ulet seperti orang Jawa, maka timur akan bercahaya. Indonesia bagian timur itu dikelilingi lautan dan kekayaan alam yang melimpah, sangat gampang sebenarnya Indonesia timur merdeka, tetapi kita tidak mau. Indonesia timur hanya butuh pemerataan,” tegasnya.

Ia pun berharpa anak-anak Indonesia timur yang kuliah di Jawa punya daya tarik lebih karena punya karakter orang timur tangguh dan juga menyerap karakter Jawa yang ulet. Suatu saat anak-anak Indonesia timur harus balik membangun tanah kelahirannya.

Sementara itu, Arif Subekti, peneliti Sejarah Universitas Gajah Mada (UGM), berpendapatan ketimpangan kesejahteraan antara Indonesia timur dengan Indonesia barat tak jarang memunculkan rasa kekecewaan masyarakat setempat.

Di wilayah timur Indonesia mengalami diskriminasi harga kebutuhan pokok sehari-hari dengan daerah-daerah lain, sehingga memunculkan gejolak. Dampak yang tidak harapkan, muncullah gerakan separatis.

Namun, ia menilai gerakan separatisme jangan hanya diartikan gerakan untuk memisahkan diri. Makna gerakan separatisme itu tidak tunggal. Inti awal mereka melakukan gerakan separatisme adalah ingin menuntut hak keadilan atas kekayaan alam yang ada di wilayahnya.

“Separatisme adalah pelabelan pemerintah terhadap gerakan rakyat. Separatisme muncul karena ketidakadilan dan keterbelakangan ekonomi. Separatisme itu ekspresi lokal yang meminta perhatian lebih dari pusat. Jika pemerintah memberikan perhatian lebih, separatis tidak akan terjadi,” paparnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015