Kowani Fair 2015 Ajak Perempuan UKM Siap Hadapi MEA

Senin, 18 Mei 2015
Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo (berbaju hijau)

IMG-20150518-09051

JAKARTA (Pos Sore) — ‘Kowani Fair 2015′ bertema ‘Memperkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan Dalam Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)’ pada 21-24 Mei 2015 di gedung Smesco, digelar Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Rencananya event itu dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, dengan keynote speech Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga.

Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, mengatakan dalam Kowani Fair memperlihatkan perempuan dapat menjadi tulang punggung perekonomian bangsa karena sekitar 80% pelaku UMKM Indonesia adalah perempuan. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya pembinaan dan dorongan bagi perempuan sebagai pelaku usaha.

“Itu sebabnya, pameran ini merupakan upaya memfasilitasi kepentingan wirausaha perempuan Indonesia yang tergabung dalam Kowani,” katanya, di Jakarta, Senin (18/5).

Kowani Fair sendir, kata Giwo, salah satu program yang sudah dilaksanakan sejak 2000. Kala itu Giwo menjabat Ketua Bidang Ekonomi dan Koperasi. Tujuan diadakannya Kowani Fair untuk meningkatkan peran perempuan keluarga dan skala nasional. Selain itu, meningkatkan perekonomian organisasi anggota dan masyarakat melalui penciptaan barang-barang inovatif dan kreatif.

“Melalui Kowani Fair, kami memberikan peluang bagi organisasi anggota dan pengusaha Indonesia atau produsen, khususnya kaum wanita Indonesia, untuk dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomu, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing dalam memasuki era global,” tambahnya.

Melalui Kowani Fair, pihaknya juga ingin melestarikan kearifan lokal. Karenanya, di even ini dipastikan 100% produk yang dipamerkan adalah produk Indonesia. Panitia akan mensweeping produk-produk yang bukan buatan Indonesia.

“Karena even ini juga sebagai upaya meningkatkan kecintaan masyarakat untuk menggunakan produksi dalam negeri yang dapat menggerakkan kembali perekonomi nasional menuju terwujudnya kemandirian bangsa,” tambahnya.

Begitu pula dengan stand kuliner yang harus menyajikan makanan khas masing-masing daerah. Tentunya, 86 organisasi anggota Kowani memiliki produk-produk unggulan mengingat 30 juta anggota Kowani tersebar di berbagai daerah.

Ketua Panita Kowani Fair 2015 Ratna Sujudi menambahkan, pameran kali ini menghadirkan sekitar 120 stand fashion dan 20 stan kuliner. Pengunjung ditargetkan sebanyak 1000 orang per hari dari berbagai kalangan. Pameran ini minimal menargetkan omzet Rp50 juta. Diperkirakan dalam 4 hari pameran omzet transaksi bisa mencapai Rp5 miliar.

“Saat ini stand-stand itu sudah terisi oleh peserta binaan Kowani. Namun target kegiatan ini bukan semata-mata yang on the spot, tetapi juga ada kelanjutan yang berkesinambungan untuk menjembatani sinergi antara pedagang dan produsen. Karenanya setelah kegiatan ini ada pembinaan dan pelatihan keuangan yang nantinya dibawa ke klinik-klinik perbankan,” katanya. (tety)