ANRI Gelar Seminar Arsip KAA dan GNB sebagai Memory of The World

Selasa, 26 Mei 2015

JAKARTA (Pos Sore) – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan Seminar Internasional Arsip Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non Blok (GNB) sebagai Memory of the World. Seminar internasional ini untuk memperoleh rekomendasi dalam rangka membangun kesadaran masyarakat atas pentingnya arsip KAA dan GNB sebagai warisan dokumenter yang layak dinominasikan sebagai Memory of the World.

“Seminar ini diikuti 150 peserta berasal dari negara pemrakarsa KAA dan penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi GNB seperti Serbia, Mesir, Aljazair, Malaysia, Pakistan, dan negara pemantau seperti Cina dan Belanda,” kata Kepala ANRI Mustari Irawan, di gedung ANRI, Selasa (26/5).

Adapun materi yang dibahas dalam seminar ini terbagi dalam dua sesi diskusi. Pertama, membahas bagaimana bila dunia ini tanpa Bandung. Kedua, arsip sebagai Memory of the World.

Dalam kesempatan ini, diluncurkan buku Diplomatic Relation: Indonesia – Yugoslavia 1945 – 1967 yang dilaksanakan atas kerja sama ANRI dengan Arsip Nasional Serbia.

Kepala ANRI juga memberikan penghargaan bidang kearsipan kepada mantan Duta Besar Indonesia untuk Serbia Semuel Samson karena komitmen dan integritas yang tinggi di bidang kearsipan dan kegiatan perlindungan dan penyelamatan arsip bernilai guna kesejarahan.

Kepala Arsip Nasional Serbia Miladin Milosevic dan Kepala Arsip Diplomatik Kementerian Luar Negeri Serbia Ranko Milic juga mendapatkan penghargaan atas jasanya dalam perlindungan dan penyelamatan arsip hubungan kerja sama bilateral bidang kearsipan antara Indonesia dan Serbia, penelitian dan publikasi arsip hubungan diplomatik Indonesia dan Serbia pada 1945 -1967.

“Kami juga memberikan penghargaan kepada Prof. Dr. Ljubodrac Dimic, akademisi Universitas Beograd dan Aleksandar Rakovic atas jasanya dalam perlindungan dan penyelamatan arsip penelitian dan publikasi hubungan diplomatik Indonesia dan Serbia pada 1945 – 1967,” tambahnya.

Selain seminar, diadakan juga roundtable meeting yang diikuti 30 peserta yang berasal dari negara pemrakarsa KAA dan penyelenggara KTT GNB seperti Indonesia, Serbia, Mesir, Aljazair, Malaysia, Pakista, serta negara pemantau seperti Cina dan Belanda. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015