22.8 C
New York
28/05/2020
Aktual

DPR: Kondisi Perbukuan di Indonesia Memprihatinkan

JAKARTA (Pos Sore)– Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar Ny. Popong Otje Djundjunan menilai kondisi perbukuan di Indonesia sangat memprihatinkan. Buktinya, kata wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat ini dalam acara forum legislasi, Selasa (26/5), penerbitan buku selama ini tidak mendapatkan kontrol baik itu dari pemerintah maupun masyarakat.

Hasilnya, lanjut wakil rakyat tertua periode 2014-2019 ini, buku-buku yang beredar banyak melanggar etika, moral, lebih komersial, dan tidak bertanggung jawab, sehingga tidak layak dibaca termasuk oleh anak-anak seperti pornografi, ISIS (Islam radikal), dan kriminalitas. Selain itu, jelas dia, harga buku di Indonesia sangat mahal, apalagi buku untuk pendidikan kalau dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dan India.

“Untuk itu, RUU Sistem Perbukuan ini harus segera diselesaikan mengingat sangat penting bagi perbukuan Indonesia agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggarann agar anak-abak tidak menjadi korban,” tegas anggota dewan yang pintar membuat orang tertawa ini.

Ia optimis RUU ini selesai tahun ini karena pembahasan RUU itu tidak boleh lebih dari 2 tahun. RUU ini terdiri dari 19 bab dan 94 pasal, sedang dibahas di Panja Perbukuan Komisi X DPR RI. Dengan UU ini nantinya yang akan mengontrol perbukuan di Indonesia adalah Badan Perbukuan Indonesia.

Menurut Popong, India sebagai negara yang masih miskin, tapi dalam soal perbukuan ternyata Balai Pustaka dan Perpustakaan India sangat mewah, banyak buku yang tersedia. Bahkan harga buku untuk anak-anak sekolah sangat murah hanya Rp4000 sampai Rp20.000, kalau diukur dengan uang Indonesia. Apalagi, kata dia, buku untuk sekolah benar-benar gratis dan kesehatan juga gratis. “Itu tidak kita temui di Indonesia,” demikian Popong. (akhir)

Related posts

Presiden Resmikan Resmikan Masjid Raya Jakarta

Tety Polmasari

Gita Mundur, Elektabilitasnya Naik

Tety Polmasari

Korban Covid-19 Tembus Tiga Digit, Mufida: Pemerintah Jangan Lagi Terlambat Antisipasi

Akhir Tanjung

Leave a Comment