RI –RRT Perkuat Kerjasama Riset dan Pendidikan

Kamis, 28 Mei 2015

IMG_1603

JAKARTA (Pos Sore) — Hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden China Xi Jinping beberapa waktu lalu membawa hubungan kedua negara semakin harmonis. Kehadiran dan partisipasi aktif Presiden RRT pada peringatan 60 tahun Konperensi Asia Afrika di Jakarta dan Bandung belum lama ini memberikan bobot dan makna penting bagi penguatan kerjasama Selatan-Selatan.

Terbukti dengan terjalinnya beberapa kesepakatan kerjasama antara Indonesia dengan China dalam pertemuan ‘1st High Level People-to-People Exchange Mechanism Indonesia-China’ yang dipimpin Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, di Kemenko PMK, Rabu (27/6).

“Kunjungan Yang Mulia Madame Liu Yandong semakin memberikan momentum baru yang positif dalam hubungan bilateral kedua Negara. Hubungan bilateral RI-RRT di berbagai bidang, baik politik, ekonomi maupun sosial budaya berkembang sangat pesat,” kata Puan Maharani.

Menko PMK menambahkan, melalui High Level People-to-People Exchange Mechanism ini, Pemerintah Tiongkok diharapkan memberikan bantuan guna meningkatkan kapasitas riset dan teknologi melalui investasi, alih teknologi, beasiswa, pelatihan dan pengembangan produk bersama. Tidak kalah penting mendorong implementasi garis kerjasama ruang angkasa yang telah disepakati pada kunjungan Presiden RI ke RRT pada Maret 2015.

“Kedua pihak juga memandatangani nota kesepahaman tentang pengakuan gelar akademik dan kualifikasi pendidikan tinggi,” katanya.

Pertukaran ilmuwan dan join riset juga menjadi bagian dari kerjasama antar kedua negara. Selain itu, Indonesia menyambut baik rencana pembukaan Rumah Budaya/Pusat Kebudayaan RRT di Indonesia.

Sebaliknya perlu dukungan dan fasilitasi Pemerintah RRT untuk pembukaan Rumah Budaya/Pusat Kebudayaan Indonesia di RRT. Kedua Negara perlu memperkuat kerjasama bidang kebudayaan. Keberadaan Rumah Budaya/Pusat Kebudayaan berperan sangat penting dalam mempromosikan budaya kedua Negara dan meningkatkan pemahaman yang lebih baik antar kedua negara.

Menko Puan Maharani juga mendorong agar lebih banyak lagi mahasiswa atau pelajar RRT belajar di Indonesia guna memperkuat saling pengertian dan hubungan masyarakat kedua Negara. Oleh karena diharapkan agar Pemerintah Tiongkok dapat memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk menempuh jenjang master maupun doktor di berbagai bidang.

Sementara untuk bidang pariwisata Menko Puan Maharani berpandangan kedua negara perlu terus mendorong lebih banyak lagi arus kunjungan wisata sehingga mencapai 10 juta wisatawan dua arah sebagaimana konsensus kedua Presiden. Selain itu, kedua negara perlu memberikan fasilitas promosi wisata yang memadai, termasuk mendorong media kedua negara agar aktif mempromosikan berbagai destinasi wisata di kedua negara. (tety)