23 C
New York
21/04/2021
Aktual

Menristekdikti Tinjau Peserta Disabilitas SBMPTN 2015 di UI Depok

IMG-20150609-09222

DEPOK (Pos Sore) — Menristek Dikti, Mohamad Nasir, bersama Rektor Universitas Indonesia Prof. Muhammad Anis, dan Ketua Panitia Lokal Jakarta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN) 2015, Prof. Bambang Wibawarta, meninjau salah satu lokasi pelaksanaan ujian SBMPTN 2015 di Fakultas Hukum UI kampus Depok, Selasa (9/6).

“Ujian SBMPTN ini diselenggarakan serentak di seluruh wilayah di Indonesia pada 9-11 Juni 2015. Panitia Lokal Jakarta (yang masuk ke dalam wilayah I) terdiri atas 4 universitas: UI, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) dan Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jakarta (UPN),” kata Bambang, di FH UI Depok.

Di Panlok Jakarta sendiri diikuti 54.228 peserta terdiri atas 21.526 peserta ujian Saintek, 27.694 peserta ujian Soshum, dan 5.008 peserta ujian campuran. Terdapat 12 peserta ujian yang menyandang disabilitas. Jumlah peserta SBMPTN 2015 Panlok Jakarta meningkat 11% dari tahun 2014, yang berjumlah 48.715 peserta.

Lokasi ujian SBMPTN Panlok Jakarta bertempat di 93 sekolah dan 6 perguruan tinggi yang tersebar di wilayah Jakarta maupun Depok. SBMPTN 2015 hari pertama (9/6) diujikan Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek), dilanjutkan dengan Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) dan Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum).

Bagi peserta SBMPTN yang memilih program studi ilmu seni dan keolahragaan mengikuti ujian keterampilan pada 10 dan atau 11 Juni 2015. Pengumuman dilaksanakan pada 9 Juli.

SBMPTN ini pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh PTN satu sistem terpadu dan diselenggarakan secara serentak melalui ujian tertulis. Peserta dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 program studi.

Jika peserta hanya memilih satu prodi, peserta dapat memilih PTN di manapun. Namun, jika peserta memilih dua atau tiga prodi, salah satu pilihan prodi harus berada di PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian tertulis.

Menristek Dikti, Mohammad Nasir, meninjau beberapa peserta penyandang disabilitas. Menristek mendoakan agar mereka bisa menyelesaikan ujian ini dengan baik. Tidak patah semangat, dan tak lupa berdoa.

Salah seorang peserta disabilitas, Ibnu Barisha lulusan SMA Negeri 5 Jakarta, Sumur Batu, meminta kepada menristek untuk mendapatkan prioritas masuk PTN tanpa tes mengingat dirinya menjadi juara pertama Olimpiade Sains Nasional 2014.

Ini memang janji pemerintah. Meski penerimaan mahasiswa di PTN otonomi rektor, namun kementerian tetap berwenang dalam alokasi anak-anak berprestasi karena memiliki payung hukum yang diatur dalam sebuah Peraturan Mendikbud tahun 2008.

Terkait hal ini, menristek mengatakan, jalur prestasi memang ditujukan bagi mereka yang berprestasi secara akademik dan non akademik. Namun, kalau tidak tersaring, berarti ada peserta lain yang prestasinya jauh lebih baik. “Ini yang harus dipahami,” ujarnya.

Menteri juga mengingatkan untuk tidak sekali-kali mentelorir perjokian karena dapat merusak sistem pendidikan. Jangan juga sampai terjadi kecurangan dalam proses penerimaan mahasiswa baru. “Saya juga berharap tidak ada soal ujian yang bocor. Saya malu kalau ada soal bocor,” tandasnya. (tety)

Related posts

Fraksi PKS dan Fraksi Demokrat Resmi Ajukan Hak Angket Jiwasraya Ke Pimpinan DPR

bambang tri

Refleksi Kebangsaan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Tety Polmasari

1.102 Pengendara Mobil Ditilang

Tety Polmasari

Leave a Comment