20.3 C
New York
01/06/2020
Aktual Gaya Hidup

Desain Komunikasi Visual IKJ Gelar Pameran ’28 BIKINI ‘

JAKARTA (Pos Sore) – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) akan menggelar pameran arsip perjalanan komik dan kartun karya para desainer grafis lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) bertajuk ’28BIKINI – 28 Tahun Bikin Komik-Kartun di Cikini’, di Galeri Cipta 3 Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 25 Juni – 4 Juli 2015.

Citra Smara Dewi, Dekan Fakultas Seni Rupa IKJ, mengatakan, di IKJ, khususnya program studi DKV, sudah banyak komikus dan kartunis yang aktif berkaya. Baik di media cetak maupun di media maya. Sebut saja Benny Rachmadi dan Mice, Pepeng ‘Naik’, Alfi, dan Reza.

“Atmosfir di Seni Rupa IKJ secara tidak langsung menyuburkan kreativitas berkarya komik dan kartun. Perpaduan kurikulum dan suasan perkualihan menciptakan chemistry yang membentuk atmosfir kondusif untuk eksplorasi berkarya,” katanya, di Jakarta, Senin (22/6).

Citra mengatakan, kegiatan yang diisi dengan peluncuran buku komik ‘Sepanel Tiga Hari’ dan buku kumpulan kartun ‘Sapa Suru Datang Jakarta’, diskusi dan workshop itu sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban kepada masyarakat. Selain itu, refleksi bagi DKV IKJ sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan keilmuan komik-kartun di IKJ.

Iwan Gunawan, dosen Ilutrasi/Direktur Pascasarjan IKJ, menyebut beberapa milestone yang menandai kegiatan membuat komik-kartun di IKJ selama 28 tahun terakhir ini ditandai dengan Kording (Koran Dinding) yang melahirkan kartuni seperti Benny dan Mice. Ada juga Perkumpulan Sekte Komik yang ‘alumni’nya melahirkan banyak illustrator dan komikus serpto Alfi Zachkyelle, Emte, Reza ‘Komikazer’, dan lain-lain.

Mereka di kampus melahirkan karya tugas dan kar-karya bebas yang menjadi ajang latihan menghadapi dunia nyata. Pilihan topic tugas akhir biasanya juga menjadi tanda bahwa seorang mahasiswa memang memiliki hasrta besar di bidang komik.

“Pepeng ‘Naif’ meski sangat sibuk bermusik masih setia mewujudkan komik-komik karyanya. Ia membuat tugas akhir ‘Sejarah Musik Rock Indonesia’ dan melahirkan beberapa judul komik seperti empat edisi komik Naif, dan dua edisi komik Setan Jalanan, yang menjadi catatan penting komik Indonesia,” ungkapnya.

Di tahun-tahun awal dosen di DKV IKJ seperti kartunis almarhum Priyanto S, illustrator/perupa Tatang Ramadhan Bouqie, animator/illustrator Wagiono S, merancang kurikulum yang mendasari pengembangan keilmuan komik-komik.

Pada 2010 dibuka peminatan dengan kuliah Sequential Art (komik) satu semester penuh. Kurikulum baru ini dikembangkan oleh dosen muda yang juga praktisi ilustrasi seperti Saut Irianto Manik, Saut Miduk, Rasuardie dan lain-lain, yang kemudian diperkuat oleh Beng Rahadian di kuliah Sequebtial Art.

“Hasil terkini proses ini diwujudkan dalam komik Sepanel Tiga Hati, komplikasi karya terbaik kelas Sequential Art,” tambahnya. (tety)

Related posts

Musim Banjir, Ciputra Hospital Citra GardenCity Edukasi Pasien Cegah Penyakit Infeksi

Tety Polmasari

Diklat RLA Siap Cetak 3000 Reformers pada 2025

Tety Polmasari

Akhirnya, Izin Tapak RDE Disetujui BAPETEN

Tety Polmasari

Leave a Comment