18.4 C
New York
21/04/2021
Aktual

Varietas Unggul Padi Amfibi Siap Dukung Antisipasi Kekeringan

JAKARTA (Pos Sore) — Fenomena kekeringan pada pertanaman padi terjadi akibat intensitas curah hujan yang sangat rendah.
Namun, Badan Litbang Pertanian memastikan musim kemarau bukan berarti petaka bagi petani.

Badan yang dipimpin Muhammad Syakir ini sudah melakukan berbagai strategi untuk antisipasi kekeringan. Salah satunya, dengan menyediakan varietas unggul padi ampibi yang dapat ditanam di musim kekeringan.

“Dikatakan ampibi karena varietas unggul ini dapat bertahan pada dua kondisi iklim atau dapat bertahan dalam dua kondisi berbeda, yaitu kondisi kekeringan dan kebasahan atau tergenang,” kata Syakir, di kantor Balitbangtan, Kamis (9/7).

Balitbangtan disebut Syakir, sudah memiliki varietas unggul padi amfibi yang mampu bertahan pada kondisi kering sebagaimana halnya padi gogo (ladang). Varietas padi ini juga mampu bertahan dan berproduksi baik pada kondisi tergenang sebagai padi sawah, terutama pada musim kemarau.

Ada 12 varietas unggul padi yang toleran kekeringan dan genangan. Yaitu Limboto, Batutegi, Towuti, Situ Patengganng, Situ Bagendit, Inpari 10 Laeya, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 7, Inpago 8, Inpago 9. Ke-12 varietas unggul amfib ini sudah diadopsi petani sejak 2009-2014.

Untuk Situ Bagendit dan beberapa Inpago yang merupakan varietas padi gogo atau lahan kering, misalnya, juga mampu beradaptasi baik pada kondisi tergenang pada lahan sawah. Sebaliknya, Inpari 10 Laeya yang merupaka padi sawah irigasi, mampu beradaptasi baik pada kondisi kekeringan di lahan sawah serta lahan tadah hujan dan gogo.

“Penyediaan kebutuhan benih vatietas unggul amfibi untuk antisipasi dampak kekeringan dilakukan Balitbangtan secara rutin yang meliputi kelas benih penjenis, benih dasar, dan benih pokok. Semuanya sudah didistribusi kepada petani di berbagai lokasi sesuai permintaan,” ujarnya.

Dikatakan, benih sumber varietas toleran kekeringan telah didistribusikan ke berbagai provinsi. Hingga pertengahan tahun 2015 telah terdistribusi benih sumber varietas toleran kekeringan mencapai 526,2 ton, terutama ke Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Sementara Sumatera Selatan didistribusikan varietas unggul Situ Bagendit, Inpago 8, Situ Patenggang, dan Inpari 10. (tety)

Related posts

Johan Minta KLHK Prioritaskan Bantuan Ekonomi Produktif Warga Konservasi

Akhir Tanjung

Operasi Zebra Digelar Mulai Hari Ini

Tety Polmasari

Komnas Perempuan: Pengakuan dan Perlindungan Hukum pada PRT Wujud Kehadiran Negara

Tety Polmasari

Leave a Comment