16.4 C
New York
02/06/2020
Aktual

OSO Tidak Bersedia Kembali Pimpin HKTI

JAKARTA (Pos Sore)— Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang yang akrab dengan panggilan OSO tidak bersedia kembali dicalonkan sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam Musyawarah Nasional HKTI yang digelar sejak Jumat (31/7) di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Dengan demikian dipastikan akan ada tokoh baru memimpin HKTI ke depan. Karena itu, Oesman Sapta akan mendukung kader muda untuk memimpin HKTI. Menurut dia, kader muda itu adalah sosok politisi muda yang kini menduduki posisi strategis. Nanti, kader muda yang akan memimpin HKTI secara demokratis.

“Saya tidak akan maju sebagai kandidat calon Ketua Umum. Soalnya, kondisi saya sudah tidak memungkinkan untuk memegang jabatan itu,” kata Oesman Sapta Odang di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad, Menteri Pertanahan Nasional dan Agraria, Ferry Mursyidan Baldan dan Agung Laksono.

OSO menegaskan HKTI melaksanakan Munas VIII untuk memilih dan menetapkan pengurus baru. Selain itu akan merumuskan program kerja agar tercapai kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Menurut informasi di arena Munas, kader muda yang akan disokong Oesman adalah Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, yang sama-sama berasal dari Kalimantan. Hanya saja kalau Mahyudin sebagai anggota DPR terpilih dari Kalimantan Timur, sedangkan Oesman Sapta anggota DPD RI yang terpilih dari daerah pemilihan Kalimantan Barat.

Pada kesempatan itu, Oesman Sapta mengkritik Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang dia sebut kurang menyintai petani.

“Kalau mau jadi menteri pertanian, cintai petani. Kalau tidak, diganti saja itu. Saya sangat kecewa karena Amran tidak menghadiri acara pembukaan Munas HKTI. Masak datang ke HKTI saja tidak sanggup, bagaimana mau urus pertanian,” tambahnya.

Tapi, kata Jokowi dalam pidatonya menyatakan bahwa Amran tidak dapat hadir dalam acara pembukaan Munas HKTI karena sedang bertugas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Pak Mentan sudah minta izin ke saya. Kalau tidak saya sampaikan, Mentan nanti akan dimarahi terus oleh HKTI,” tutur Jokowi.

Munas VIII HKTI bertema ‘Majukan Pertanian, Budayakan Petani, Wujudkan Kedaulatan Pangan’. Acara ini diikuti sekitar 700 peserta yang merupakan pimpinan dan utusan pengurus pusat dan provinsi serta kabupaten/kota, serta utusan pemuda tani dan wanita tani.

Munas kali ini merupakan agenda lima tahunan yang digelar untuk menetapkan kepengurusan baru, penyempurnaan AD/ART, dan penetapan program HKTI periode 2015-2020, serta merumuskan rekomendasi sesuai kebutuhan dalam rangka mengupayakan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. (akhir)

Related posts

MPR Antisipasi LGBT dan Radikalisme

Tety Polmasari

DPR: Izin Pembukaan Hutan Harus Dievaluasi

Tety Polmasari

Dampak El Nino: Pertanian Paceklik, Kelautan Panen Ikan

Tety Polmasari

Leave a Comment