Tingkatkan Kapasitas, Koperasi Harus Bermitra dengan Lembaga Lain

Jumat, 7 Agu 2015

IMG_0861

JAKARTA (Pos Sore) — Nomor Induk Koperasi (NIK) yang diberikan kepada koperasi bertujuan untuk menata dan meningkatkan kapasitas dan kualitas koperasi. Dengan sertifikat NIK, koperasi tersebut akan diperioritaskan sebagai target sasaran di dalam pelaksanaan program-program Kementerian Koperasi dan UKM.

Tak hanya itu saja. Menteri Koperasi dan UKM, Pusapyoga, mengatakan, pihaknya mendorong agar koperasi bisa bermitra dengan lembaga lain seperti BUMN, BUMD maupun swasta dengan prinsip saling menguntungkan.

“Sekaligus akan dijadikan contoh bagi koperasi lainnya dalam meningkatkan kapasitas dan kualitasnya,” kata mantan Wagub Bali ini saat memberikan sambutan HUT Koperasi Tingkat Jabar di Cibinong, Jumat (7/8).

Menurut menkop, dalam mengelola dan membina koperasi harus bersinergi mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Dengan begitu, akan bisa memantau program koperasi agar terus maju dan berkembang sehingga menjadikan koperasi sebagai ekonomi gotong royong dan UKM menjadi backbond ekonomi rakyat ketika perekonomian mengalami pelemahan.

“Kita inginkan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota bisa bersinergi dengan baik dan tidak tumpang tindih,” katanya.

Puspayoga yakin, jika antara pemerintah pusat hingga pemerintah daerah bersinergi, maka program yang dicanangkan akan dapat dinikmati rakyat. “Jangan sampai bupatinya ke timur, gubernurnya ke barat, menterinya ke selatan. Ini gak boleh terjadi,” tegas Puspayoga.

Puspayoga sependapat dengan inisiatif Gubernur Jabar Ahmad Heriawan agar ada koperasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang nantinya diharapkan mampu mengatasi pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur berbiaya besar, misalnya pembangunan jalan tol yang harus mencadangkan dana Rp 12 triliun.

“Jika ditalangi dengan melibatkan PNS dalam satu wadah yaitu koperasi, maka untuk membangun proyek seperti itu, PNS hanya dibebani Rp 100 ribu,” kata menkop.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, yang hadir dalam kesempatan itu, menilai, koperasi sangat berbeda dengan perusahaan karena tidak mengedepankan modal, tapi mengedepankan anggota. Kumpulan anggota ini mampu menghasilkan modal dan bisa mendirikan puluhan perusahaan.

Pihaknya ingin koperasi didirikan oleh pengelolaan koperasi yang matang soal manajerial. Penting juga soal adanya transfer knowledge soal koperasi kepada masyarakat.

“Kita ingin dorong guru ekonomi mengenalkan kepada anak didik dengan memperkuat pengajaran soal koperasi. Nanti akan ada proyek percontohan koperasi di sekolah,” ucapnya. (tety)