Hari Kemerdekaan ke-70 RI

Menkes: Pembangunan Kesehatan itu Penting!

Senin, 17 Agu 2015

Setia Budi-20150817-00051

JAKARTA (Pos Sore) – Hari ini, Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-70. Keluarga besar Kementerian Kesehatan turut memperingatinya. Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia bertema ‘Ayo Kerja’ tersebut.

Dalam amanatnya, menkes menegaskan pentingnya pembangunan kesehatan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional. Karena menurutnya, untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, kesehatan menjadi modal utamanya.

Tanpa kesehatan, IQ tidak akan berkembang. Indonesia membutuhkan manusia berkualitas dengan derajat kesehatan yang optimal. Hal itu sejalan dengan nawacita yang digaungkan Presiden Joko Widodo.

“Karena itu, saya titipkan kepada masyarakat agar mulai menjaga kesehatan mulai dari diri sendiri. Agar nawacita berhasil, dalam kondisi bagaimanapun kita harus menerapkan pola hidup sehat,” ujar Nila Moeloek, di Jakarta, Senin (17/8).

Dalam catatannya selama Indonesia merdeka hingga Indonesia berusia 70 tahun, ada banyak capaian di bidang kesehatan yang ikut mendukung pembangunan nasional.

“Misalnya saja untuk cangkok ginjal, sekarang sudah bisa dilakukan di sini, tidak perlu lagi ke luar negeri. Di bidang kesehatan, menurut saya kita sudah cukup setara dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Namun hal terpenting, kata menkes, bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan di tingkat hulu, sehingga yang sehat tidak sampai sakit, dan yang sakit tidak semakin parah.

“Karena itu, kita perlu memberi perhatian lagi kepada pejuang-pejuang di layanan kesehatan primer, agar kita betul-betul bisa mendapatkan manusia yang sehat,” ujar Menkes.

Dalam kesempatan itu, menkes juga memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada para pegawainya yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun kepada bangsa dan negara.

Usai upacara, para pegawai memborong tomat. Kementerian Kesehatan memang mengadakan ‘Bazar Tomat 2015’ sebagai bentuk kepedulian terhadap petani tomat. Dalam bazar ini, 5kg tomat dijual hanya Rp20 ribu. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015