Milna Bubur Bayi Organik, Inovasi dari Kebaikan Alam

Selasa, 25 Agu 2015

bubur

JAKARTA (Pos Sore) — Kalbe Nutritionals terus berkomitmen menyediakan produk nutrisi dan layanan kesehatan bagi masyarakat. Kali ini dengan menghadirkan produk MPASI organik pertama yang diproduksi secara lokal: Milna Bubur Bayi Organik.

Menurut dr. Dian Novita Chandra, MGizi, Pakar Gizi Medik Indonesian Nutrition Association (INA), pemilihan bahan pangan organik untuk bayi, tetap harus dilakukan dengan cermat agar dapat memenuhi Angka Kecukupan Gizi harian si kecil. MPASI diusahakan terdiri dari aneka ragam jenis pangan termasuk daging, unggas, ikan atau telur, susu, serta sayur dan buah.

Bila tidak memungkinkan, maka diperlukan pemanfaatan MPASI yang terfortifikasi untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan asupan makronutrien dan mikronutrien si kecil.

“Tumbuh kembang bayi usia 6 bulan tidak akan optimal jika pemberian ASI tidak disertai dengan MPASI dengan kandungan gizi yang cukup. MPASI fortifikasi berperan penting karena memungkinkan si Kecil mengonsumsi nutrisi yang cukup untuk kebutuhan gizinya,” katanya, di Jakarta, Selasa (25/8).

Menyadari keunggulan bahan pangan organik sebagai bahan dasar yang berkualitas tinggi, Tim Innovation and Development Center Kalbe Nutritionals, di bawah brand Milna bergerak untuk menciptakan formulasi produk yang unggul dalam menjawab kebutuhan konsumen akan produk organik yang berkualitas.

Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Kids, Kalbe Nutritionals, mengatakan, proses persiapannya membutuhkan berbagai riset formulasi bahan-bahan organik dan kandungan nutrisi (makronutrien dan mikronutrien) yang sesuai dengan standar produk pangan organik internasional dan SNI MPASI.

“Agar dapat diterima dan disukai bayi Indonesia, kami juga melakukan penelitian dalam hal rasa,” tambahnya.

Dedikasi dan investasi waktu yang dicurahkan selama proses awal pengembangan produk ini dianggap vital karena menjadi faktor penentu dalam menghasilkan produk yang berkualitas nantinya.

“Pada proses produksi MPASI organik, dibutuhkan paling sedikit 95% bahan pangan organik yang sudah tersertifikasi resmi dan diakui secara internasional. Sementara untuk mendapatkan sertifikat internasional itu sendiri, pertanian organik tersebut harus diaudit secara berkala dan harus memenuhi seluruh persyaratan tata cara pertanian organik yang sangat ketat,” tambahnya.

Christofer Samuel Lesmana, Brand Manager Milna, menambahkan, rasa dan formulasi Milna Bubur Bayi Organik telah disesuaikan dengan selera bayi Indonesia. Berdasarkan hasil panel, awal 2014 lalu, Milna Bubur Bayi Organik Beras Merah dan Kacang Hijau lebih disukai dibandingkan Bubur Beras Merah dan Kacang hijau dari brand lainnya yang ada di pasaran saat ini.

“Sesuai dengan Regulasi SNI yang berlaku juga, produk Milna tidak memiliki kandungan bahan MSG dan pengawet. Kombinasi antara proses dan pemilihan bahan baku serta bahan kemas, merupakan faktor utama yang menentukan umur simpan produk Milna,” ujarnya.

Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, Staf Akademik Departemen Ilmu Gizi FKUI RSCM, mengatakan, memanfaatkan bahan pangan organik sebagai bahan dasar MPASI bisa menjadi alternatif lain. Bahan pangan organik memiliki banyak keunggulan, seperti kandungan zat gizinya yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan pangan regular.

Dikatakan, keunggulan dalam hal kandungan gizi bahan pangan organik, termasuk rendahnya rasio asam lemak omega-6/omega-3 dari susu organik, yang antara lain dapat menurunkan faktor risiko penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular saat usia dewasa.

“Kandungan gula dalam bahan pangan organik juga lebih tinggi, sehingga tidak membutuhkan penambahan gula dalam proses pengolahannya. Selain itu, sayur dan buah organik memiliki kandungan antioksidan dan polifenol yang lebih tinggi 10–50% dibandingkan dengan sayur dan buah reguler. Kandungan karbohidrat total dan seratnya juga lebih tinggi,” paparnya. (tety)