25.6 C
New York
12/08/2020
Aktual

Nantinya, Setiap Politeknik Punya Technopark

JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir, meminta kepada direktur politeknik ke depan harus berinovasi menghasilkan produk yang siap hilirisasi. Mengingat politeknik menghasilkan inovasi yang siap pasar, maka teknologi yang dihasilkan harus tepat guna agar benar-benar dapat dimanfaatkan industri.

“Politeknik juga harus punya technopark sebagai motor penggerak utama. Ini harus. Setiap politeknik nantinya harus memiliki technopark karena hasil inovasi politeknik harus siap dihilirisasi, produk inovasi juga harus bermanfaat bagi masyarakat,” kata menristek, usai melantik pejabat eselon 2 dan pimpinan perguruan tinggi negeri, di Jakarta, Jumat (28/8).

Menurutnya, beberapa politeknik telah berhasil seperti Batam, Jember dan Bandung. Itu belum termasuk politeknik di Cikarang yang berinovasi dalam menciptakan produk tepat guna, yang akan dikunjunginya.

Sementara untuk tingkat universitas, Kemristekdikti mendorong selain technopark, juga dibangun sciencepark atau taman pengetahuan. Jika technopark lebih mengedepankan aplikasi dan penerapan iptek, sementara sciencepark lebih menekankan pada teorinya.

“Di sciencepark, pihak universitas dapat memberikan pembelajaran sains dengan ilmu modern dan maju, namun dengan metode sederhana kepada para pelajar dan masyarakat sehingga masyarakat menjadi lebih tertarik mempelajari sains,” kata dia.

Sampai saat ini, diakuinya, belum ada satu pun universitas baik negeri maupun swasta yang mempunyai sciencepark. Karena itu, pihaknya mendorong secepatnya pembangunan sciencepark di universitas. (tety).

Related posts

Perubahan Cuaca Ektrem, Ipteklah Solusinya

Tety Polmasari

Seorang wanita belum diketahui identitasnya tertabrak KRL

Tety Polmasari

Nove chiavi per una riuscita delega durante la gestione dei progetti

Tety Polmasari

Leave a Comment