Perampas Uang Rumah Sakit Diburu

Rabu, 9 Sep 2015

JAKARTA (Pos Sore) – Polsek Cikarang Barat masih memburu perampas uang senilai Rp420 juta milik Rumah Sakit Medika Cibitung, Bekasi. Peristiwa perampasan itu terjadi di Kampung Selang Cau, Desa Wanasari RT 04/13, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi pada Selasa (8/9).

Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Aprima Suar menjelaskan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan mendalami kasus perampasan terhadap karyawan Rumah Sakit Medika Cibitung.

Penuturan Kapolsek, kasus tersebut bukan perampokan melainkan perampasan tas di dalam ambulans yang dialami karyawan rumah sakit, Dede.

“Kami menekankan, bukan perampokan tapi perampasan,” tegasnya.

Untuk menindaklanjuti, penyidik telah melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kawanan pelaku, guna mengetahui identitasnya. “Kami masih lidik untuk mengetahui dari kelompok mana kawanan pelakunya,” ujarnya.

Ditambahkannya, sekitar lima orang saksi diperiksa dan dimintai keterangan seputar kejadian yang terjadi di lokasi. Selain itu, pihaknya juga mengambil rekaman CCTV rumah sakit untuk penyelidikannya.

“L saksi sudah kita mintai keterangan, CCTV pun didapatkan di mana terekam dua pelaku saat beraksi menggunakan helm. Sementara informasi dua pelaku lainnya menunggu di luar rumah sakit,” ungkapnya.

Perisitiwa perampasan itu terjadi ketika pihak RS Medika Cibitung baru saja mengutus dua karyawannya mengambil uang tunai di Bank BCA di Jalan Teuku Umar KM 43, Cibitung Kabupaten Bekasi. Uang itu akan digunakan untuk membayar tagihan obat rumah sakit.

Dede, karyawan menjelaskan pelaku berjumlah dua orang dengan menumpang satu unit motor. Setibanya di rumah sakit, mendadak mobil ambulans yang dia tumpangi dihentikan pelaku.

Selanjutnya, seorang pelaku yang dibonceng langsung turun dari motor. Dia membuka paksa pintu mobil sebelah kiri sambil menodongkan golok ke arahnya. Dengan golok itu, pelaku memaksa korban agar memberikan tas yang berisi uang tunai Rp420 juta.

Akibatnya Dede panik dan terpaksa menyerahkan tas tersebut. Begitu tas berpintah, Dede berusaha menariknya kembali. Aksi tarik menarik tas sempat terjadi. Dede berusaha mempertahankan tas milik perusahannya itu, namun apa daya pelaku mengayunkan golok ke arahnya. Beruntung, Dede berhasil menghindar dan melepaskan tas tersebut.

Menurut Dede, aksi kejahatan itu sempat disaksikan oleh pengunjung rumah sakit. Namun mereka tak berani melawan penjahat, karena kawanan perampok dibekali golok saat beraksi.

“Mereka pegang senjata semua, nggak ada yang berani mendekat karena takut dilukain,” tuturnya. (marolop)