Hanya 85 dari 142 Perusahaan Indonesia yang Miliki Ruang ASI

Senin, 14 Sep 2015

JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek mengakui capaian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Indonesia belum mencapai angka yang diharapkan yaitu 80%. Berdasarkan laporan SDKI 2012, capaiannya baru 42%. Sedang berdasarkan laporan dinas kesehatan propinsi 2013, cakupan ASI eksklusif hanya 54,3 persen.

Penyebabnya, banyak ibu bekerja yang tidak memberikan ASI pada bayinya. Bukan karena ASI-nya tak berproduksi, melainkan karena kurangnya dukungan dari tempatnya bekerja.

“Jam bekerja hingga 8 jam tentu tidak memungkinkan ibu memiliki waktu cukup untuk menyusui,” kata Menteri Kesehatan, Nila Moeloek dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Bina Kesehatan Anak Kemenkes dr Jane Soepardi, pada puncak peringatan Pekan ASI Sedunia 2015, di Jakarta, Senin (14/9).

Keadaan itu, kata menkes, semakin diperparah dengan minimnyakesempatan untuk memerah ASI di tempat kerja, pun tidak tersedianya ruang memerah ASI, dan kurangnya pengetahuan ibu bekerja mengenai manajemen laktasi.

Sebenarnya, pemerintah telah menerbitkan berbagai aturan agar ibu bekerja bisa memberikan ASI kepada anaknya. Sebut saja, UU Kesehatan no 39/2009, UU Ketenagakerjaan no 13/2009, Peraturan Pemerintah no 33/2012 tentang pemberian ASI eksklusif dan Permenkes no 15 tahun 2013 tentang tata cara penyediaan fasilitas khusus menyusui.

Namun ternyata, berdasarkan data ILO 2015 menyebutkan dari 142 perusahaan yang berada di Jakarta hanya 85 perusahaan yang memiliki ruang ASI. Itu artinya peraturan pemerintah belum terlaksana secara menyeluruh dan merata. Semntara di sisi lain promosi susu formula sangat gencar dilakukan perusahaan susu.

“Karenanya, pemerintah menghimbau agar semua perusahaan mendukung pemberian ASI mengingat ASI mengandung gizi tinggi yang amat bermanfaat untuk kesehatan bayi,” tegasnya.

Dikatakan, saat ini dari 114 juta jiwa pekerja, sebanyak 38% (43,3 juta) adalah pekerja perempuan dan 25 juta di antaranya berusia produktif.

“Program ASI eksklusif di tempat kerja terobosan yang dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif nasional. Peran berbagai pihak termasuk dunia industri dapat mendukung pencapaian ASI eksklusif sangatlah penting,” ujarnya.

Menkes menambahkan, dukungan terhadap program menyusui di tempat kerja juga bentuk pencegahan terhadap diskriminasi perempuan di tempat kerja. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015