Indonesia Minta Perancis Terima Pekerja Magang

Selasa, 29 Sep 2015
Dubes Perancis untuk Indonesia Mrs. Corinne Breuze dan Mernaker Hanif Dakhiri

JAKARTA (pos Sore) — Pemerintah Indonesia mengajak Perancis untuk bekerja sama dalam pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) serta pengembangan kompetensi kerja melalui pengakuan standarisasi dan kompetensi.

Dengan adanya kerja sama dan pengakuan kompetensi kerja tersebut, diharapkan Perancis dapat membuka kesempatan kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia yang memiliki Ketrampilan dan proffesional untuk bekerja ke Perancis.

Indonesia pun meminta Prancis agar dapat membuka peluang penerimaan peserta pemagangan bagi pekerja muda Indonesia (youth employment) untuk mengikuti pemagangan di perusahaan di Perancis.

Demikian diungkapkan Menaker M Hanif Dhakiri sesuai mengadakan pertemuan bilateral dengan Mrs. Corinne Breuze, Duta Besar Perancis untuk Indonesia di Kantor Kemnaker, Jakarta pada Senin (28/9).

Menurut Biro Humas Kemnaker dalam siaran persnya, menteri Hanif mengatakan untuk beberapa bidang dan jabatan kerja tertentu, pekerja Indonesia telah siap bersaing dengan pekerja dari Negara-negara lainnya karena telah memiliki sertifikasi dan kompetensi kerja yang baik.

Pada tahap awal, Hanif menambahkan Pemerintah Indonesia mengajak Prancis untuk bekerja sama dalam pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pengembangan kompetensi kerja melalui pengakuan standarisasi dan kompetensi.

Terkait usulan dibukanya program pemagangan di perusahaan-perusahaan Prancis Hanif mengatakan hal tersebut di dasari besarnya manfaat pemagangan di luar negeri bagi pencari kerja di Indonesia.

Dalam kesempatan ini dibicarakan juga kerjasama di bidang Capacity building bagi Pengawas Ketenagakerjaan Bidang K3 dalam penerapan Occupational Safety and Health (OSH) di setiap tempat kerja serta peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan hubungan industrial, promosi hak-hak pekerja dan jaminan sosial tenaga kerja. (hasyim)