RPP Pengupahan, Perjuangan Capai Upah Layak

Kamis, 15 Okt 2015

JAKARTA (pos Sore) — Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengupahan penting diharapkan mampu mengubah Upah Minimum menjadi Upah Layak bagi pekerja.

RPP ini juga memperbaki pola hubungan industrial antara buruh dengan pengusaha karena dalam RPP tersebut ada kepastian bagi kedua belah pihak, yakni kepastian upah pekerja naik setiap tahun dan kepastian besaran kenaikan upah setiap tahun.

Menaker Hanif dalam acara Dialog Sosial Hubungan Industrial Bagi Serikat Pekerja/Serikat Buruh, Selasa malam (13/10) yang dihadiri oleh seluruh perwakilan serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) menegaskan RPP akan menjadi jembatan bagi perubahan pergerakan buruh di Indonesia memasuki arena yang lebih subtantif.

Kesejahteraan bukan melulu pada soal upah minimumnya. Pemerintah bersama serikat pekerja bersama-sama berjuang untuk mencapai upah layak.

Dengan disahkannya PP tersebut maka nantinya akan ada rumusan baku dalam bentuk formula kenaikan upah tiap tahun dan besaran kenaikan upah tiap tahun.

Penghitungan upah minimum akan menggunakan formula yang sederhana, adil dan dapat diprediksi dengan mempertimbangkan faktor penting yang bertujuan untuk mempertahankan daya beli dari upah yaitu faktor inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Formulasi itu penting bagi dunia usaha karena besaran kenaikan upah tiap tahun bisa diprediksi sehingga pengusaha dapat melakukan perencanaan dan pengambilan keputusan dengan tepat. Sedangkan bagi pekerja formula itu penting untuk memastikan bahwa kenaikan upah akan berlangsung setiap tahun, bukan setiap lima tahun. (hasyim)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015