ANRI Gelar Pameran Kearsipan Kerjasama Internasional

Kamis, 22 Okt 2015

Tamansari-20151021-00773

JAKARTA (Pos Sore) – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar Pameran Kearsipan International Diplomatic Relationship di gedung Arsip Nasional, Gajah Mada. Pameran yang berlangsung hingga Minggu (25/10) ini berisi Konferensi Asia Afrika, Surat-surat Presiden Yogoslavia Josip Broz Tito kepada pemerintah RI, dan kunjungan Perdana Meteri Vietnam Ho Chi Min ke Indonesia.

“Pameran arsip diplomasi internasional dengan Serbia ini salah satu implementasi nota kesepahaman antara ANRI dengan Arsip Nasional Serbia pada 2014,” kata Kepala ANRI, Mustari Irawan, di sela pameran, Rabu (21/10) malam, yang dihadiri Duta Besar Serbia, Duta Besar Vietnam dan Duta Besar lain yang memiliki kerjasama bidang kearsipan dengan Indonesia.

Dalam kesempatan ini, ANRI dan Arsip Nasional Serbia secara bersama-sama menampilkan Arsip Gerakan Non Blok. Dengan begitu, para anggota Memory of the World (MoW) untuk Indonesia, para sejarawan, dan masyarakat mengetahui ANRI memiliki khazanah arsip GNB.

“Yaitu antara lain penyelenggaraan awal konferensi tersebut di Beograd, partisipasi Presiden Soekarno ke konferensi tersebut, kunjungan Presiden Tito ke Indonesia, dan surat menyurat antara Presiden Soekarno dengan Presiden Tito,” paparnya.

Arsip tersebut sampai saat ini dipelihar dan dilestarikan dengan baik di ANRI dan Arsip Nasional Serbia.

Sedangkan pameran arsip diplomasi internasional dengan Vietnam merupakan wujud kerjasama antara anggota Asosiasi Lembaga Kearsipan di Asia Tenggara (SARBICA) Indonesia dengan Indonesia. Kerjasama untuk mempublikasikan hubungan politik Indonesia-Vietnama pada tingkat konsulat pada 30 Desember 1955. Ditampilkan pula kunjungan Perdana Menteri Vietnam, Ho Chi Min ke Indonesia yang disambut Presiden Soekarno.

Dalam kesempatan ini, arsip Konferensi Asia Afrika turut dipamerkan mebngingat arsip KAA telah resmi menjadi MoW oleh Unesco pada 6 Oktober 2015. Indonesia sudah mengusulkan arsip KAA untuk diregistrasi sebagi MoW sejak 19912. Selanjutnya, ANRI akan menginisiasi arsip GNB menajdi MoW.

Pameran itu juga menampilkan arsip kelembagaan ANRI dari Masa ke Masa. Hal ini diharapkan dapat mengingatkan kembali terhadap eksistensi dan peranan lembaga kearsipan di Indonesia.

“Ke depan, diharapkan lembaga kearsipan dapat lebih maju dan berkembang sebagai ujung tombak dalam penyelamatan arsip sebagai memori kolektif bangsa,” tambahnya. (tety)