01/06/2020
Aktual

Produk UKM Indonesia akan Diimpor ke Bahrain

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Koperasi dan UKM menerima kunjungan delegasi dagang dari kementerian sejenis dari Bahrain di SME Tower Pancoran, kawasan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/10).

Kunjungan misi dagang dalam rangkaian Trade Expo Indonesia 2015 ini, bertujuan untuk melihat produk-produk UKM Indonesia untuk diimpor Bahrain. Karena selama ini Bahrain justru lebih banyak mengekspor ke Indonesia, walau pun itu barang-barang hightech, seperti alumunium, gas, dan sejenisnya. Barang-barang ini lebih mahal sehingga melejitkan nilai impor Bahrain.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengklaim Bahrain menjadi salah satu pintu gerbang pemasaran produk-produk Idonesia ke wilayah Timur Tengah. Karena itu, diharapkan kerjasama ini dapat meningkatkan nilai transaksi dan produk Indonesia lebih banyak di pasar di Timur Tengah melalui Bahrain.

“Bahrain itu negara wisata bagi saudagar-saudagar Timur Tengah. Di samping sebagai kota jasa dan industri. Jadi saudagar-saudagar yang tidak sempat ke Dubai sebagai tempat utama produk-produk Indonesia selama ini, bisa melalui Bahrain,” katanya.

Menurutnya, nilai transaksi dalam neraca perdagangan Indonesia di Bahrain masih defisit. Ini tentunya menjadi peluang besar dari kunjungan delegasi Bahrain ini. Terlebih kunjungan ini untuk melihat produk-produk Indonesia, kemudian dilakukan transaksi, baru dilanjutkan kerja sama perdagangan.

Salah satu bentuk kerjasamanya, kita bisa pameran di Bahrain atau tamu dari Bahrain akan datang lebih banyak ke Indonesia.

“Jadi semacam pertukaran misi dagang. Maka pertemuan ini baru penjajakan atau titik awal Kementerian Koperasi dan UKM untuk memproklamirkan produk-produk UKM kita bahwa tidak saja di Dubai,” ujar Agus usai sambutan.

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Kemenkop dan UKM yang mengelola SME Tower, Ahmad Zabadi mengatakan, kunjungan delegasi Bahrain dalam rangka menjalin kerjasama produsen buyer yang ingin membawa produk-produk Indonesia, seperti handicraft, gift, furnitur, fashion, asesoris, dan sebagainya.

“Diakui delegasi Bahrain bahwa produk-produk yang sekarang beredar buatan China, tapi dihargai sebagai produk Bahrain. Misalnya, handycraft I love Bahrain, tapi made in China. Nah, mereka ingin hal yang sama untuk produk-produk Indonesia. Maka itu, mereka perlu melihat langsung produk Indonesia dan di sini tempatnya. Apalagi ada chemistri yang sama antara Indonesia dan Bahrain, terutama dari sisi religiusnya. Makanya mereka datang untuk mencari kebutuhan produk serupa,” paparnya.

Produk-produk bernuansa religius itu, lanjut Zabadi, terlihat dari baju-baju muslim, jlbab, asesoris seperti tasbih, dan banyak lagi. Karena di Bahrain tidak punya industri sejenis.

“Ke depan kita bentuk pola-pola sesuai keinginan mereka, tapi nanti tetap made in Indonesia,” ujarnya. (tety)

Related posts

BPJS Kesehatan Dinilai Sukses Penuhi Komitmen

Tety Polmasari

Jalan Santai dan Belly Dance Permudah Proses Ibu Melahirkan

Tety Polmasari

Otomatisasi Inderaja Atasi Permasalahan Lingkungan Indonesia

Tety Polmasari

Leave a Comment