18.4 C
New York
21/04/2021
Aktual

Kemenkop – KKP Kerjasama Berdayakan Koperasi Perikanan

mou menkop

JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap agar koperasi, khususnya koperasi perikanan, dikelola secara benar, transparan, dan profesional.

“Jangan ada lagi di zaman sekarang ini koperasi dikelola ‎secara abal-abal. Koperasi jangan sampai menjadi antek asing karena disinyalir banyak kapal asing menangkap ikan di lautan kita menggunakan bendera koperasi,” kata Susi.

Ia menegaskan hal itu dalam acara MoU antara Menteri Koperasi dan UKM dengan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang pembinaan dan pengembangan kelompok usaha masyarakat di sektor kelautan dan perikanan, di Jakarta, Selasa (3/11).

Puspayoga pun menyambut harapan Susi dengan antusias. Bahkan, langsung memerintahkan jajarannya untuk segera menindaklanjutinya.

“Permintaan Ibu Susi harus kita tindaklanjuti, begitu juga dengan MoU kerjasama ini,” tandas menkop.

Menkop mengungkapkan tidak semua koperasi itu bagus. Karena itu, pihaknya akan mencek terlebih dahulu apakah koperasi perikanan itu berkinerja baik dan bagus, sebelum diberi program bantuan kapal.‎

“Ke depan, tugas kita sudah jelas. Ibu Susi yang mengurus ketersediaan ikan dan kapal, saya mengurus nelayan dan keluarganya. Keluarga nelayan akan kita beri pelatihan kewirausahaan, berikut modal awal untuk berwirausaha,” kata Menkop.

Ia menambahkan, sebagus apapun program yang digulirkan, bila ikan di laut tidak ada, maka semuanya akan sia-sia.

“‎Ibu Susi harus siapkan ikan banyak di laut‎ dengan menjaga kedaulatan laut. Tidak boleh ada kapal asing lagi menangkap ikan di laut kita,” katanya.

Bila KKP sudah menenggelamkan 107 kapal asing, lanjut Puspayoga, pihaknya pun sudah ‘menenggelamkan’ 62 ribu koperasi bermasalah.

“Kita melakukan rehabilitasi koperasi melalui nomor induk koperasi (NIK) dengan sistem online. Sehingga, aktifitas dan kinerja para koperasi dapat dilihat dan dipantau bersama,” kata Menkop.‎

Setelah rehabilitasi, pihaknya melakukan reorientasi koperasi. Jika dulu banyak koperasi didirikan, sekarang, kita lebih menonjolkan kualitasnya ketimbang kuantitasnya.

“Maka dari itu, saya berharap agar koperasi perikanan berkinerja bagus dan ada koperasi perikanan bagus di masing-masing daerah,” tambahnya.

Kemenkop, lanjutnya, melakukan upaya pengembangan koperasi dengan cara menginventarisir aturan-aturan yang menghambat perkembangan koperasi.‎

“Salah satunya, koperasi harus memiliki dan mengelola tempat pelelangan ikan (TPI). Saya bersama Ibu Susi akan meminta Mendagri meninjau kembali aturan tersebut, agar TPI bisa kembali menjadi milik koperasi,” tegasnya. (tety)

Related posts

Supir Metromini Ngamuk, Petugas Derek Busnya

Tety Polmasari

Imbas Covid-19, Anang Dorong Pemerintah Buat Terobosan di Sektor Ekonomi Kreatif

Akhir Tanjung

Ahok vs DPRD DKI: Membongkar Dana Siluman APBD

Tety Polmasari

Leave a Comment