Nonton Bareng Film 'Air Mata Surga'

Kowani Ajak Kaum Wanita Peduli Kesehatan Reproduksi

Sabtu, 14 Nov 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo, bersama anggota Kowani lainnya menonton bersama film ‘Air Mata Surga’ yang dibintangi Dewi Sandra dan Richard Kevin, di XXI Plaza Senayan, Kamis (12/11).

Film yang berkisah tentang kekuatan cinta sepasang suami istri Fisha (Dewi Sandra) dan Fikri (Richard Kevin). Di saat mereka tengah menanti kelahiran bayi yang tak kunjung tiba, Fisha malahan didiagnosa menderita kanker rahim stadium akhir.

Film yang berdasarkan kisah nyata ini bercerita tentang perempuan pengidap kanker serviks, yang akhirnya meninggal karena penyakitnya tersebut. Ini bukan sekedar film yang mengharu biru. Film yang diambil dari novel berjudul ‘Air Mata Tuhan’ karya Aguk Irawan, ini juga mengangkat kesetaraan gender.

“Tokoh perempuan dalam film ini sangat menginspirasi buat saya dan juga mengangkat kesetaraan gender. Makanya, saya mengajak teman-teman Kowani lain untuk menonton film ini, sekaligus sebagai media silaturahmi,” katanya.

Nonton bareng ini juga dihadiri pemeran film tersebut, seperti Richarad Kevin yang beperan sebagai Fikri, Roweina Umboh yang memerankan ibu Fikri, Diah Ayu Pasha yang berperan sebagai ibu Fisha, dan tentu saja sang sutrada, Hestu Saputra.

Dengan menonton film besutan rumah produksi Tujuh Bintang Sinema ini diharapkan anggota Kowani dapat mengajak kaum perempuan untuk peduli terhadap kesehatan reproduksinya. Karena saat ini, payudara dan serviks merupakan kanker yang paling banyak diidap perempuan.

Giwo menyebut penyakit kanker di Indonesia masih seperti fenomen gunung es. Hanya sedikit kasus yang terungkap. Seperti tokoh utama dalam film ini, yang menyembunyikan penyakit kanker serviksnya karena tak mau semua orang tahu ia terkena kanker. .

“Kementerian Kesehatan mencatat dari sekian banyak kanker yang menyerang penduduk Indonesia, kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) tertinggi kasusnya di seluruh rumah sakit. Ini harus menjadi perhatian bersam,” ujar Giwo.

Melalui film ini, Giwo juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Dengan mengetahui catatan penyakit sejak dini, masalah kesehatan perempuan dapat diatasi.

Melalui kegiatan nonton bersama ini diharapkan pula organisasi masyarakat lainnya bisa melakukan hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap perfilman Indonesia yang merupakan karya anak bangsa.

”Saya sangat berharap lebih banyak sineas tanah air yang mengangkat tema tentang wanita yang bisa menginspirasi,” harapnya. (tety)

film