Bukan Hanya Padat Karya

Indonesia Butuh Industri Padat Teknologi

Rabu, 18 Nov 2015
Menaker M Hanif Dhakiri

JAKARTA (Pos Sore) — Menghadapi persaingan global pada Desember 2015, Indonesia tak boleh hanya bergantung pada keberadaan industri padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi harus mulai berorientasi membentuk industri-industri yang bersifat padat teknologi dengan didukung oleh kemampuan tenaga kerja yang terampil, ahli dan bersertifikasi kompetensi kerja.

Menaker Hanif mengatakan dalam membangun industri padat teknologi Indonesia dihadapkan pada tantangan tersendiri terkait ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan jumlah angkatan kerja nasional yang besar jumlahnya dan butuh penyerapan lapangan kerja.

Hanif mencontohkan, di suatu daerah ada pabrik yang merekrut seribu orang di sisi lain ada pengangguran seribu orang juga. Untuk memecahkan persoalan ini, logika paling sederhana adalah membangun satu pabrik lagi yang bisa merekrut seribu orang.

“Tapi kalau kita membangun satu pabrik lagi itu artinya yang dibangun adalah industri padat karya. Saya berpikir, kalo modelnya seperti itu, industrinya tetap tidak akan kompetitif dalam persaingan global,” kata Hanif.

Dalam konteks itu mestinya dibangun industri padat teknologi yang kompetitif dan bisa menyerap seribu tenaga kerja juga. Saat ini dibutuhkan lima industri padat teknologi yang sangat efisien yang masing-masing industrinya ini mampu menyerap 200 orang.

“Jadi jika 200 kali lima kan jadinya kan seribu juga. Dengan begitu penyerapan lapangan kerja tetap dapat tapi dari segi kompetitifnya dari industri juga dapat sehingga bisa tetap bertahan dan maju dalam era MEA dan persaingan global,” kata Hanif.

Menteri Hanif pun menyoroti mutu angkatan kerja Indonesia yang masih memprihatinkan. Postur angkatan kerja yang didominasi lulusan pendidikan SMP ke bawah menjadi problema dalam membangun industri yang kompetitif.

“Tapi kalau kita menunggu naikknya tarap pendidikan angkatan kerja kita butuh waktu lama. Kita ini perlu bekerja sama antara pemerintah, dunia usaha, pekerja. untuk mendorong kualitas SDM agar naik. Makanya saya selalu berbicara mengenai pentingnya peningkatan kompetensi,” kata Hanif. (hasyim)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015