Dapat Pembiayaan dari LPDB, UKM Harus Kreatif agar ‘Naik Kelas’

Jumat, 20 Nov 2015

D70_8373

JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berharap UKM yang selama ini ‎mendapat pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM bisa segera ‘naik kelas’. Untuk bisa naik kelas, UKM harus kreatif.

“Setelah kreatifitas terpenuhi, diharapkan mampu meningkatkan produktifitas. Barulah masuk ke tahap profit. Setelah profit, UKM harus tetap meningkatkan kreatifitas, yang baru ujungnya bakal pula meningkatkan produktifitas dan profit,” kata menkop dalam acara Temu Mitra Nasional 2015 LPDB-KUMKM, di Jakarta, Kamis (19/11).

Menurut menkop, UKM sesungguhnya bisa segera naik kelas mengingat suku bunga kredit LPDB saat ini sudah diturunkan secara signifikan. “Maka, kalau suku ‎bunga sudah turun namun masih tetap macet dalam pengembaliannya, itu namanya moral hazzard,” tandas Puspayoga.

Meski LPDB cukup fleksibel sehingga dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan KUMKM, namun menkop menilai masih memiliki keterbatasan. Salah satunya, belum adanya kantor perwakilan di daerah.

Karena itu, kata Puspayoga, LPDB terus melakukan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama di daerah. Salah satu contohnya, kerjasama dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Provinsi Lampung, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Purworejo.

“Diharapkan dengan adanya kerjasama ini, penyaluran dana bergulir LPDB akan semakin cepat dan merata ke seluruh daerah”, papar Menkop.

Selain bekerjasama dengan BLUD, LPDB juga telah bekerjasama dengan Perum Jamkrindo, dan perusahaan penjamin kredit daerah (Jamkrida). Pada 2016, LPDB telah menyiapkan dana sebesar Rp1,55 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dan UKM di seluruh Indonesia.

Terkaiat Temu Mitra Nasional 2015, Dirut LPDB-KUMKM Kemas Danial mengatakan, untuk mempererat hubungan antara LPDB dengan mitra-mitranya sehingga dapat menjaga tingkat kepatuhan mitra dalam pemanfaatan dana bergulir yang disalurkan LPDB.

“LPDB sebagai BLU di bawah Kementrian Koperasi dan UKM terus melakukan perbaikan sistem terutama untuk prosedural permohonan maupun pengembalian pinjaman dari LPDB,” kata Kemas.

Kemas menambahkan, KUMKM sebagai mitra LPDB juga mengikuti sharing session. Mereka bisa memahami secara jelas prosedur akses pembiayaan yang terus diperbaiki guna peningkatan pelayanan kami.

Sejak tahun 2008 sampai sekarang, LPDB telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp6,3 triliun kepada lebih dari 4.000 mitra yang tersebar di Indonesia. Bunga yang ditawarkan cukup kompetitif, hanya 5% pertahun (sliding) untuk sektor riil, dan 8% pertahun untuk sektor simpan-pinjam. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015