Ketua Umum KOWANI: Kaum Perempuan Harus Bersatu!

Kamis, 10 Des 2015

Tanah Abang-20151209-01272

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo, mengatakan perempuan harus turut serta dalam memerangi korupsi di Tanah Air.

“Sebelum kemerdekaan, perempuan menggalang persatuan dan kesatuan untuk kemerdekaan Indonesia,” kata Giwo saat membuka seminar Perlindungan Perempuan dan Anak bertema ‘Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Menciptakan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak’, di Jakarta Convention Center, Rabu (9/12).

Ia mengungkapkan, sejarah mencatat perjuangan-perjuangan kaum perempuan di Tanah Air. Salah satunya, dibuktikan melalui pembentukan Kowani pada 22 Desember 1928.

Dalam Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22-15 Desember 1928, perempuan-perempuan pejuang yang datang dari 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera, berkumpul.

Dengan sungguh-sungguh, para perempuan tangguh ini membicarakan agenda persatuan perempuan nusantara. Mereka juga membicarakan peran perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, peran dalam berbagai aspek pembangunan, perbaikan gizi, bahkan kesehatan ibu dan balita.

Selain itu, isu kesetaraan gender juga jadi bahan pembicaraan serius selama kongres.

“Jadi Hari Ibu yang diperingati oleh kita setiap tanggal 22 Desember bukan sekedar hari ibu seperti yang terjadi di Barat, tetapi sejarah hari ibu merupakan sejarah besar. Episode penting sejarah Indonesia,” jelasnya.

Pascakemerdekaan, lanjut Giwo, perempuan harus bersatu dan menjadi satu kesatuan dalam mengisi kemerdekaan.

“Sinergi antarorganisasi perempuan juga ditingkatkan. Ini merupakan peran besar kita,” ujarnya.

Perempuan juga harus menjadi penanam moral yang baik untuk meredam, menyaring dan memelihara dari hal-hal negatif seperti korupsi.

“Korupsi merupakan masalah moral, bukti penyimpangan moral dan etika,” tandasnya.

Giwo juga mengingatkan, agar kaum perempuan bersatu agar tidak terpecah sehingga tetap solid meski digoyang berbagai masalah. Karenanya, Sinergi antara organisasi perempuan harus terus ditingkatkan. (tety)

Tanah Abang-20151209-01275