Menag: Birokrasi Dituntut Berpikir Out of The Box

Selasa, 15 Des 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta jajarannya untuk segera membangun sistem layanan yang berbasis online. Menag berharap hal itu akan memudahkan akses masyarakat, juga mendukung upaya mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani

Dengan sistem online, Menag meminta agar semua layanan didasarkan pada standar operasional prosedur (SOP) yang jelas agar dapat menjamin kepuasan publik. Layanan perizinan madrasah, layanan pengesahan ijazah, layanan pendaftaran haji, layanan nikah dan lainnya, ke depan harus dapat diberikan dengan mengedepankan kepuasan masyarakat.

“Masyarakat umum harus tahu SOP yang digunakan dan berapa lama output layanan tersebut dapat diselesaikan,” tambah Menag dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental di lingkungan Kemenag yang dideklarasikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, di Jakarta, Selasa (15/12).

Kepada jajaran pimpinan Kemenag, Menag mengingatkan bahwa hakikat pejabat adalah pelayan, bukan priyayi. “Pejabat itu melayani, bukan dilayani. Kita adalah pamong, bukan pangreh,” pekik Menag.

Karenanya, pelayanan yang baik harus menjadi orientasi dalam menjalankan tugasnya. Aparatur juga tidak boleh terjebak pada rutinitas yang tidak berdampak signifikan kepada masyarakat.

“Birokrasi dituntut untuk berpikir out of the box yang tidak bertentangan dengan peraturan yang ada. Gantilah pameo: jika bisa dipersulit, kenapa dipermudah, dengan kebalikannya; jika bisa dipermudah, kenapa dipersulit,” tekan Menag.

Secara khusus, Menag meminta para pejabat Eselon III dan IV agar meningkatkan komitmen produktivitasnya dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi dan revolusi mental di unit kerjanya masing-masing.

Menag menilai, Eselon III dan IV mempunyai kedudukan penting dan strategis dalam mewujudkan perubahan kultur organisasi. “Merekalah pelaksana kebijakan sesungguhnya di garda terdepan,” tuturnya.

Ia juga meminta seluruh Pejabat untuk menjadi sumber keteladanan dalam segala hal, baik dalam aspek profesionalitas maupun integritas. Menurutnya, jika pemimpinnya baik, maka ke bawahnya juga baik.

“Hal ini sekaligus mengingatkan saya sebagai pemimpin tertinggi di Kemenag. Mari, kita sama-sama menjadi orang baik dan dapat diteladani kebaikannya di kementerian ini,” ajaknya disambut pekik semangat hadirin. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015