Giwo Rubianto: Peringatan Hari Ibu, Momentum Tingkatkan Kualitas Perempuan

Senin, 21 Des 2015

PHI1

JAKARTA (Pos Sore) — Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari ibu. Peringatan untuk menunjukkan penghormatan paling tinggi kita kepada kaum ibu atau perempuan.

Karena demikian spesialnya kedudukan seorang ibu dibanding yang lain, maka tidak kita temui hari Ayah. Ibu adalah poros utama dalam siklus kehidupan dan peradaban manusia.

Menurut Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Dr. Hj. Giwo Rubianto Wiyogo, hari Ibu harus dijadikan momentum untuk merevitalisasi pemahaman kita terhadap peringatan Hari Ibu yang selama ini terasa terlalu dangkal makna dan sekedar rutinitas tahunan.

“Sudah saatnya peringatan hari ibu bukan lagi sekedar mencium pipi ibu, mengajak makan bersama, memeluk, memberi bunga atau membelikan pakaian baru,” tandas Giwo yang juga Ketua Umum Peringatan Hari Ibu ke-87 ini, di Jakarta, Senin (21/12).

Peringatan Hari Ibu ke-87 ini mengangkat tema ‘Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki Dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak’

Dewasa ini banyak kasus terjadi yang menimpa kaum perempuan seperti pelecehan, pemelehan akses dan partisipasi, pelemahan ekonomi perempuan, bahkan masih juga sering terjadi kekerasan TKW, serta kekerasan berbasis budaya.

Dengan demikian, peringatan Hari Ibu ini harus kita jadikan sebagai ruang penyadaran bagi kita semua bahwa perlakuan buruk terhadap kaum ibu dan perempuan adalah penghinaan terhadap eksistensi manusia.

“Revitalisasi ini penting dan harus mulai kita kampanyekan, terutama kepada kaum laki-laki, karena ibu atau perempuan adalah muara asal usul manusia,” tuturnya.

Ibu atau perempuan secara kodrati ditakdirkan sebagai makhluk yang melahirkan generasi manusia, generasi penerus keluarga dan bangsa. Rahim yang dimiliki oleh kaum ibu atau perempuan adalah ‘cetakan’ manusia yang tidak ada duanya atau duplikasinya. Tidak ada satupun manusia di dunia, siapapun dia dan apapun pangkatnya, yang lahir tanpa melalui rahim seorang ibu.

Karena itu, sebagai Ketua Umum Kowani, ia mengajak seluruh eleman bangsa untuk menjadikan Hari Ibu sebagai momentum gerakan bersama meningkatkan kualitas dan pencegahan kekerasan terhadap kaum perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Ia juga menyerukan kepada Pemerintah untuk menfasilitasi dan memberikan akses seluas-luasnya kepada kaum perempuan dalam peningkatan kualitas perempuan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial-politik sebagai pilar dasar untuk kemajuan Indonesia yang ramah perempuan dan anak.

“Tak lupa, mengarusutamakan pendidikan karakter kepada seluruh elemen bangsa sebagai fondasi membangun Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya dan berdaya saing,” tambahnya. (tety)