Kemenkop UKM Siap Fasilitasi Pelaku UKM

Minggu, 17 Jan 2016

JAKARTA (Pos Sore) – Melihat semangat pelaku UKM mengembangkan usahanya cukup tinggi, Kementerian Koperasi dan UKM pun siap menfasilitasi dengan berbagai bantuan mulai dari promosi sampai permodalan.

“Saya melihat semangat mereka untuk berkembang. Pemerintah siap memberikan fasilitasi mulai dari pemasaran, promosi sampai permodalan,” tegas Menkop UKM, Puspayoga, usai mengunjungi sentra batik Trusmi di Cirebon, Kamis (14/1).

Fasilitasi tersebut termasuk bagi pelaku UKM di sentra batik Trusmi Cirebon. Pihaknya akan melakukan promosi sampai ke buyers agar bisa mengunjungi berbagai pusat kerajinan batik termasuk di Cirebon.

Sedangkan dalam permodalan, saat ini suku bunga Kredi Usahar Rakyat (KUR) sudah relatif rendah, hanya 9%, sehingga memudahkan pengusaha UKM untuk mendapatkan pendanaan.

Menurut menkop, industri batik termasuk industri unggulan. Saat ini usaha batik telah melibatkan tenaga kerja sebanyak 1,3 juta orang dengan jumlah konsumen batik sebanyak 110 juta orang dan jumlah penjualan produk batik sebesar Rp5,9 triliun.

Produk batik Indonesia telah memberikan kontribusi besar dan salah satu sumber devisa nonmigas yang tercatat pada nilai ekspor tahun 2013. Nilainya mencapai US$300 juta dan meningkat di tahun 2014 mencapai US$340 juta.

Tujuan ekspor terbesar batik Indonesia adalah USA, Jerman, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan.

Sementara itu Sentra batik Trusmi yang berada di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, segera membuka wisata edukasi lokal seperti membatik, melukis topeng, membuat topeng dan menari topeng semuanya budaya Cirebon.

“Kami akan membuka wisata edukasi lokal yaitu cara membatik, cara membuat topeng dan menari topeng. Semuanya itu adalah ciri khas Cirebon,” kata pemilik toko Batik Trusmi, Ibnu Iryanto

Wisata edukasi tersebut salah satu cara mengenalkan budaya Cirebon kepada masyarakat luas dan diharapkan bisa memberikan kesan tersendiri ketika mengunjunginya.

Ia menuturkan untuk wisata edukasi tersebut akan segera dibuka, karena sekarang ini masih dalam pembenahan sarana dan prasarana.

“Masih dalam pembenahan dan kami menginginkan budaya lokal terutama di Trusmi dan umumnya di Cirebon bisa dikenal oleh masyarakat luas,” tuturnya.

Selain membatik, pihaknya juga berencana memberikan hiburan tari topeng yang bisa dijadikan ajang latihan sekaligus wisata edukasi. (tety)