Penuhi Target MEA, LLP-KUKM Kemenkop UKM Andalkan Sektor Lokal

JAKARTA (Pos Sore) — Sri Sultan Hamangkubuwono X menuturkan, pasar kompetisi bebas ASEAN bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Menurutnya, produk-produk furniture dan craft Indonesia memiliki karakteristik tersendiri yang mampu menciptakan permintaan pasar.

Ahmad Zabadi, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) Kemenkop UKM, membenarkan hal itu. Sebagai contoh, mitra UKM LLP-KUKM yang fokus usahanya furniture dan craft.

“Sebagian dari mereka berasal dari DIY dan Jawa Tengah, hingga kini, para UKM tersebut tercatat memiliki buyer dari Negara seperti China, Malaysia, Brunei, Dubai, Afrika Selatan dan beberapa Negara di Eropa. Itu menandakan produk furniture lokal Indonesia telah memliki segmen pasar khusus,” papar Zabadi.

Zabadi yang mewakili Menkop UKM, mengatakan hal itu di sela forum trade show Jogja International Furniture and Craft Fair (Jiffina) 2016, Rabu (13/1) yang diikuti kalangan pelaku furniture dan craft se-Jawa Bali.
.
Jiffina 2016 sendiri memiliki karakteristik konsep business to business yang mempertemukan buyer dengan pengrajin langsung.

”Sebagai lembaga pemerintah yang bertugas memasarkan produk KUKM ke luar negeri atau ekspor, kami telah merancang trading house sebagai program unggulan kami. Tahun ini kami targetkan adanya ekspor besar sehingga harus bekerja sama dengan berbagai pihak agar tujuan kami tercapai,” tambahnya.

Ahmad Zabadi melanjutkan, LLP-KUKM memliki kekuatan produk furnitur dari 34 provinsi se-Indonesia. Tidak hanya kekuatan para pelaku UKM, namun juga memiliki kekuatan jaringan pemasaran luar negeri yang terintegrasi pada konsulat jendral perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Kekuatan kami adalah produk lokal. Kami menyebutnya local brand. Saat ini telah menyasar beberapa kantung pasar luar negeri dengan memasarkan produk unggulan seperti sepatu kulit, tas kulit, furniture, aksesoris dan batik pada agenda pameran luar negeri dan melakukan perkuatan ecommerce www.smescotrade.com,” paparnya.

Dia mengatakan, pasar ekspor saat ini memang masih menjadi indikator untuk bisa meraup keuntungan besar bagi UKM. Karena itu, pihaknya, tetap serius menggarap pasar ekspor tersebut dengan target rasional.

“Namun kami juga tidak melupakan untuk meyasar pasar domestik. Bila dihitung secara kuantitatif, pasar domestik kita jauh lebih besar dibandingkan dengan pasar ekspor,” katanya.

Saat ini, LLP-KUKM mendorong UKM agar lebih inovatif saat memproduksi produknya, sehingga mampu mendobrak penjualan di pasar ekspor dan domestik. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!