LPDB Kemenkop Siapkan Rp 1 Triliun Dana Bergulir Bagi 76.789 UMKM

Jumat, 22 Jan 2016

JAKARTA (Pos Sore) – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun ini menyiapkan dana sebesar Rp1 Triliun, yang akan disalurkan kepada 76.789 UMKM melalui 415 mitra.

Terkait penyaluran dana bergulir tersebut, Kemenkop UKM segera membentuk satuan tugas (satgas) monitoring LPDB-KUMKM di daerah. Perlunya monitoring dan evaluasi (monev) terhadap dana yang disalurkan itu agar dapat berjalan dengan optimal.

Direktur Bisnis LPDB KUKM, Warso Widanarto, menandaskan, LPDB sebagai badan layanan umum (BLU) satuan kerja Kementerian Koperasi idealnya harus dekat dengan para pengguna layanannya, sehingga perlu ada mekanisme monev.

“Pada tahap awal, Satgas Monitoring LPDB-KUMKM ini akan ditempatkan di Provinsi Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Pemilihan lokasi tersebut selain pertimbangan geografis, juga mempertimbangkan jumlah dana yang telah disalurkan ke wilayah tersebut,” paparnya, di Kemenkop UKM, Jumat (22/1).

Dia menjelaskan, pembentukan satgas ini telah dikonsultasikan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hasil konsultasi itu menyatakan pembentukan satgas pada prinsipnya tidak bertentangan karena bentuknya satuan tugas serta status karyawannya adalah karyawan pusat yang ditempatkan di daerah.

LPDB sendiri pada 2015 menyalurkan Rp1,56 triliun dana bergulir, naik 35,52% dari realisasi tahun 2014 yang sebesar Rp1,15 triliun, dengan serapan tenaga kerja mencapai 1.486.373 tenaga kerja atau naik 22,84% dari tahun 2014 sebesar 1.146.795 orang.

“Jika dihitung secara kumulatif dari tahun 2008 hingga 2015 mencapai Rp 6,83 triliun yang disalurkan kepada 816.103 UMKM melalui 4.073 mitra,” ungkapnya.

Pihaknya mengklaim telah menyalurkan pinjaman dana bergulir sebesar Rp1,56 triliun pada 2015. Penyaluran dana ini melebihi nominal realisasi penyaluran tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 1,15 triliun. Atau meningkat 35,52%.

Warso mengatakan pada 2015 pihaknya mencatat pendapatan sebesar Rp 176,78 miliar atau 153,24% dari target pendapatan yang hanya Rp115,36 miliar. Pendapatan ini berasal dari pendapatan jasa dana bergulir sebesar Rp124,84 miliar dan pendapatan jasa layanan perbankan sebesar Rp 51,93 miliar.

“Tercapainya target pendapatan ini membuktikan pengembalian pinjaman/pembiayaan para mitra berjalan dengan baik,” kata Warso.

Warso menargetkan tahun ini pihaknya akan menyalurkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk UMKM. Dana tersebut nantinya disalurkan kepada 76.789 UMKM melalui 415 mitra.

“Target realisasinya itu Rp 1,55 triliun. Target pendapatannya sama seperti tahun kemarin, yaitu Rp 115,36 miliar,” katanya. (tety)