16.8 C
New York
26/05/2020
Aktual

Indonesia Segera Punya Irradiator Merah Putih

JAKARTA (Pos Sore) — Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) akan segera merealisasikan pembangunan irradiator yang berlokasikan di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan kontrak pembangunan konstruksi antara Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) BATAN dengan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, selaku pemenang lelang pembangunan Irradiator.

Penandatanganan kontrak kerja dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen PRFN, Hasriyasti Saptowati dengan Kepala Divisi Konstruksi I, PT. Adhi Karya, M. Aprindy, di Gedung 71, Kawasan Nuklir Serpong, Jumat (29/01).

Pembangunan fasilitas ini didasarkan pada kenyataan, hasil produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan di negeri ini sangat melimpah, namun sebagian besar produk tersebut mempunyai sifat yang mudah busuk atau rusak.

Hal ini sering kali menyebabkan produk tersebut sampai kepada konsumen dalam kondisi yang busuk/rusak. Untuk mengatasi masalah ini, BATAN menawarkan solusi strerilisasi dan pengawetan dengan membangun Irradiator. 

Irradiator adalah salah satu fasilitas nuklir yang memanfaatkan radiasi sinar gamma untuk berbagai keperluan, di antaranya sterilisasi dan pengawetan bahan pangan, obat, dan alat kesehatan. 

Menurut Kepala PRFN, Ferly Hermana, pembangunan Irradiator ini perpaduan antara idealisme dan strategi BATAN. Dikatakan idealisme karena diharapkan disain yang dihasilkan oleh BATAN dapat diimplementasikan dalam pembangunan irradiator.

“Dan, dikatakan strategi artinya pembangunan ini harus berhasil. Meskipun banyak produk BATAN yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat baik pertanian, kesehatan, dan industri namun produk yang berupa engineering belum banyak,” ujarnya.

Pembangunan Irradiator dengan kapasitas maksimum 2 mega curie (Mci) dan diperkirakan menelan dana sebesari 80 milyar rupiah ini diharapkan rampung pada 2017 dengan kandungan komponen lokal sebesar 85%.

“Hanya komponen terkait dengan keselamatan radiasi yang didatangkan dari luar negeri, mengingat komponen tersebut tidak diproduksi di Indonesia. Karena itulah fasilitas ini nantinya akan diberi nama Irradiator Merah Putih,” tambah Ferly.

Deputi Kepala BATAN Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN), Anhar Riza Antariksawan yang turut menyaksikan penandatanganan kontrak mengatakan pembangunan irradiator ini diharapkan menjadi model atau master bagi pembangunan irradiator lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

“Saat ini Indonesia baru memiliki dua irradiator yaitu di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN dengan kapasitas kecil dan di Cikarang dengan skala komersial. Irradiator merah putih nantinya akan menjadi irradiator yang ketiga di Indonesia,” kata Anhar.

Anhar mengatakan, membangun satu fasilitas nuklir tidak sama dengan mambangun fasilitas non nuklir. Keselamatan dalam fasilitas nuklir menjadi faktor utama yang perlu mendapat perhatian secara serius.

“Karena itulah pihak PT. Adhi Karya harus memperhatikan sepesifikasi konstruksi yang telah didesain,” jelasnya.

Terkait dengan perizinan penggunaan sumber radioaktif pada irradiator merah putih, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) akan terus mengawasi penggunaannya sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Keberhasilan BATAN dalam membangun dan mengoperasikan Irradiator bukan hanya kebanggaan BATAN namun nama BAPETEN juga dipertaruhkan dalam menjamin keselamatan masyarakat dari bahaya radiasi nuklir pada saat pembangunan dan pengoperasian irradiator nantinya,” ujar Kepala Bidang Perizinan, BAPETEN, Bambang Riyono. (tety)

Related posts

Rabu Pagi, Lalin Jakarta Padat Merayap

Tety Polmasari

Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Dibekuk

Tety Polmasari

Pemimpin Gagal, Indonesia Dalam Kondisi Kritis

Tety Polmasari

Leave a Comment