Kemenkop Targetkan 10 Koperasi Jadi Penyalur KUR pada 2016

Rabu, 10 Feb 2016

JAKARTA (Pos Sore) – Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan pada tahun ini ada 10 koperasi yang menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Meski saat ini baru 2 koperasi yang memberikan respon positif, ke depan diyakini target tersebu terpenuhi.

“Semakin banyak koperasi menyalurkan KUR maka semakin banyak pula anggota yang menikmati. Sebab koperasi hanya dibolehkan menyalurkan KUR kepada anggota sendiri bukan, calon anggota,” kata Deputi bidang Pembiayaan, Kemenkop UKM Braman Setyo, di Jakarta, Rabu (10/2).

Braman menyebut dua koperasi yang mengajukan diri sebagai penyalur KUR, yakni Kospin Jasa dan Koperasi UGT Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur.

“Mereka akan kirimkan dokumen setelah Rapat Anggota Tahunan, nanti akan ditentukan di situ,” Kalau sudah terima, cukup 1 minggu diselesaikan, diverifikasi langsung dikasih ke Kementerian Keuangan untuk persetujuan. Paling tidak sebulan selesai,” paparnya.

Guna mewujudkan target 10 koperasi sebagai penyalur KUR, Kemenkop pun mengundang sekitar 30 koperasi untuk menyosialisasikan hal tersebut. Dari sekitar 30 koperasi yang hadir, sebanyak 10 koperasi memberikan respon positif meski masih ‘wait and see’.

Braman menjelaskan, jika koperasi ingin menjadi penyalur KUR, maka dana KUR sepenuhnya disiapkan oleh koperasi sendiri. Pemerintah akan memberikan insentif berupa subsidi bunga 10%. Seperti KUR untuk mikro dengan plafon kredit sampai dengan Rp25 juta, suku bunga yang ditetapkan sebesar 9%

“Anggota hanya membayar 9% sehingga sisanya dibayar dalam bentuk subsidi 10% dari APBN. Jadi total bungannya 19%,” jelasnya.

Braman menjelaskan koperasi sebagai penyalur KUR harus memenuhi persyaratan. Di antaranya, harus dalam kondisi sehat, mendapat persetujuan dalam rapat anggota tahunan, plafon harus ditentukan berapa maksimal kemamuan koperasi menyalurkan KUR kepada anggotanya, serta KUR hanya diperbolehkan untuk anggota.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi bidang Pengawasan, Kemenkop UKM, Meliadi Sembiring menambahkan pihaknya akan mengawasi koperasi yang sudah diberi kepercayaan untuk menjadi penyalur KUR. Supaya penyaluran KUR ini juga betul-betul memberi manfaat bagi koperasi.

“Kita akan awasi secara bersama-sama supaya keterbukaan di antara kita, kita awasi untuk ingatkan bukan cari kesalahan,” tegas Meliadi. (tety)