KOWANI Ajak Perempuan Indonesia Kendalikan Perubahan Iklim

Senin, 7 Mar 2016

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Giwo Rubianto Wiyogo menuturkan risiko perubahan iklim sangat besar bagi umat manusia. Dampaknya bisa mengancam kehidupan manusia. Berbagai bencana bisa ditimbulkan sebagai imbas perubahan iklim. Mulai dari bencana alam seperti banjir dan kekeringan hingga kelangkaan pangan.

“Sayangnya, peran perempuan dalam mitigasi perubahan iklim masih sangat rendah. Padahal perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam aktivitas kehidupan sehari-hari yang langsung berhubungan dengan isu perubahan iklim,” papar Giwo di sela ‘Dialog Perempuan Sahabat Pengendalian Perubahan Iklim’, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (7/3).

Berbagai dampak yang mengncaman itu, menurut Giwo seharusnya diantisipasi bersama. Semua komponen masyarakat termasuk pemerintah harus bersama-sama mengendalikan dampak dari perubahan iklim dan pemanasan global.

Giwo menyebutkan perempuan memiliki peran yang sangat strategis untuk mengendalikan perubahan iklim ini. Karena aktivitas perempuan dalam kehidupan sehari-hari memang sangat erat dengan hal-hal yang mempengaruhi iklim.

Misalnya, dengan mengganti penggunaan lampu pijar dengan lampu LED yang hemat energi, mengganti peralatan lama, mematikan listrik jika tidak dipakai, menggunakan air seperlunya, dan banyak lagi.

Menurutny, ada 4 peran yang bisa dilakukan perempuan dalam hal eliminasi dampak perubahan iklim. Yakni melakukan substitusi (penggantian) alat dengan yang ramah lingkungan dan hemat, kegiatan reboisasi serta reforestasi.

Giwo mengatakan sinergi perempuan dalam hal upaya perubahan iklim masih sangat terbatas dan perlu ditingkatkan. Perlu terobosan dan roadmap yang jelas yang memberikan ruang bagi perempuan untuk lebih konsisten dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim. Karena isu perubahan iklim memang harus dikelola sejak sekarang.

“Kalau tidak sekarang, kapan lagi. Jangan sampai kita mewariskan lingkungan rusak kepada generasi anak cucu mendatang. Mari kita berbuat sesuatu,” tandasnya. (tety)