24.2 C
New York
04/06/2020
Aktual

Bandar Narkoba Ditembak Polisi

JAKARTA (Pos Sore) – Seorang bandar narkoba ditembak petugas Unit Narkoba Polsek Metro Cilincing Polres Metro Jakarta Utara di tempat billiard Kalibaru Barat, RT 06/10, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, kemarin. Dedi alias Mat Heru,35, tersagka terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap.

Selain Dedi, petugas juga mengamankan sepasang suami istri, Jani alias Kecot,32 dan Neny Riyanti,28. Keduanya diamankan dalam keadaan tak sadarkan diri setelah menghisap sabu di lokasi.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Daniel Bolly Tifona mengatakan, aksi penangkapan terhadap pelaku dilakukan dalam rangka pemberatasan narkoba di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Utara.

“Setiap bandar yang melakukan perlawanan akan kami bekuk dengan cara yang keras,” tegas Kapolres.

Kapolsek Metro Cilincing, Kompol Joko Agus Wulantoro menyebutkan terungkapnya tiga pengedar narkoba itu merupakan pengembangan dari tertangkapnya pengecer sabu, Kuple,32 sebelumnya.

“Tersangka Kuple mengaku barang itu didapat dari tersangka Dedi,” ungkanya.

Dari ketiga pelaku, petugas menyita 4 paket sabu, 0,98 gram pada saku celana Dedi. Dua paket lainnya dengan berat 1,47 gram dari lemari pakaian di rumah pasutri itu, lengkap dengan dua alat hisap (bong), tujuh buah pipet, dan satu buah botol plastik dibentuk seperti bong.

Kemudian, satu buah timbangan digital merek Constant, delapan pak korek gas kosong untuk membakar sabu, tiga belati, satu unit sepeda motor Honda Supra X nopol B 6710 UWE, delapan unit ponsel, sebuah buku catatan hasil penjualan sabu-sabu, serta uang tunai sebesar Rp2,4 juta yang diduga hasil dari penjualan sabu.

Kepeda penyidik, ketiganya mengaku barang terlarang itu di dapat dua bandar, Dopak dan Herman Badak, yang tinggal di Gang Macan, Cilincing, Jakarta Utara yang juga masuk dalam DPO kepolisian.

“Mereka biasa ambil sebanyak 20 gram, seminggu bisa menjual empat paket masing-masing seberat 0,3 gram seharga Rp300 ribu,” jelasnya.

Atas perbuatannya, Mat Heru, Kecot, dan Neny dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana minimal lima tahun atau maksimal 20 tahun. (marlolop)

Related posts

Beratnya Beban Kerja Jurnalis Masa Kini

Tety Polmasari

Ikuti Turnamen Futsal Berhadiah Nonton Laga Liverpool di Anfield

Tety Polmasari

RI Tak Mampu Saingi Vietnam

Tety Polmasari

Leave a Comment