Indonesia Butuh Tambahan 1.858 Orang Mediator Hubungan Industrial

Sabtu, 26 Mar 2016
Direktur Jenderal Perselisihan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Haiyani Rumondang

JAKARTA  (Pos Sore) — Pemerintah Indonesia masih membutuhkan tambahan tenaga mediator untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial yang melibatkan pekerja dan pengusaha. Tenaga mediator yang ada saat ini masih sangat jauh dari memadai dibandingkan dengan jumlah perusahaan di Indonesia.

Direktur Jenderal Perselisihan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Haiyani Rumondang mengungkapkan, saat ini mediator hubungan industrial yang dimiliki Kemnaker hanya berjumlah 897 orang. Jika dibandingkan dengan perusahaan di Indonesia yang berjumlah 264.489, jumlah mediator kemnaker dinilai masih sangat kurang.

Akibatnya, tidak semua perusahaan mendapatkan pembinaan Mediator. Padahal menurut Haiyani, idealnya satu orang Mediator Hubungan Industrial (HI) membina delapan perusahaan setiap bulan atau 92 perusahaan per tahun.

“Penelitian tim ahli dari Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan idealnya satu orang Mediator HI mampu membina delapan perusahaan setiap bulan atau 92 perusahaan per tahun,” ujar Haiyani.

Jika didasarkan pada penelitian tersebut seharusnya Kemnaker memiliki 2.755 orang Mediator. Itu artinya, Kemnaker masih kekurangan 1858 Mediator karena saat ini hanya memiliki 897 orang.

“Idealnya Kemnaker memiliki 2.755 orang Nediator. Namun, mengingat saat ini jumlah mediator Kemnaker hanya 897 orang, maka kita masih kekurangan 1858 mediator lagi,” kata Haiyani. (hasyim)