13 C
New York
19/04/2021
Aktual

Tripartit Diminta Wujudkan Hubungan Industrial Yang Harmonis

JAKARTA (Pos Sore) — Terwujudnya hubungan industrial yang harmonis, demokratis dan berkeadilan sangat memerlukan sinergitas program dari Tripartit yang terdiri dari pemerintah, asosiasi pengusaha maupun serikat pekerja/serikat buruh.

Sinergitas itu dibutuhkan untuk bersama-sama membangun sektor ketenagakerjaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja/ buruh.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamina Sosial (PHI dan jamsos) Kemnaker, Haiyani Rumondang kepada Pos Sore mengatakan tiga unsur itu harus benar-benar kerja keras untuk meewujudkan dunia kerja yang harmonis. 

Hal senada juga pernah dilontarkan di depan peserta Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Arah dan kebijakan penyelesaian perselisihan hubungan industrial ke depan’. Dia mengatakan FGD FGD digelar untuk menampung saran dan masukan dari unsur Tripartit demi perbaikan arah kebijakan penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Haiyani memaparkan, ada tiga kebijakan yang patut diterapkan yakni, pertama, memberikan jaring pengaman melalui kebijakan upah minimum dengan sistem formula.

Kehadiran negara dalam hal ini memastikan pekerja/buruh tidak jatuh dalam upah murah dan dengan kebijakan ini dipastikan upah pekerja/buruh naik setiap tahun dengan besaran kenaikan yang terukur.

Kedua, pengurangan beban pengeluaran hidup melalui kebijakan sosial seperti jaminan sosial, pendidikan, perumahan pekerja, transportasi murah, kredit usaha rakyat (KUR), yang bisa juga dimanfaatkan pekerja/buruh korban ter-PHK.

Dan ketiga, lanjut Haiyani, pembinaan dan pengawasan terhadap berlangsungnya dialog sosial bipartit antara pengusaha dan pekerja/buruh di perusahaan. Dialog sosial bipartit ini adalah kunci utama kesejahteraan pekerja/buruh termasuk terkait dengan penerapan struktur skala upah di perusahaan.

Haiyani menambahkan, mekanisme ini tentunya lebih cepat dan dapat memenuhi rasa keadilan para pihak karena penyelesaiannya berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Sebagaimana diketahui, ada tiga tenaga yang menyelesaikan perselisihan yaitu Mediator, Konsiliator dan Arbiter. (hasyim)

Related posts

Herbalife Tur Kesehatan di 28 Kota Asia Pasifik untuk Perangi Alzheimer

Tety Polmasari

Jangan Abaikan Rinosinusitis pada Anak

Tety Polmasari

POSPENAS 2016: Keseimbangan Jasmani dan Ragawi

Tety Polmasari

Leave a Comment