BATAN Bangun Iradiator Gamma, Menristekdikti Lakukan Peletakan Batu Pertama

Selasa, 29 Mar 2016

DSC_1933-1200x906

SERPONG (Pos Sore) — Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerjasama dengan Izotop-Hongaria mengembangkan fasilitas iradiasi sinar gamma yang disebut Iradiator Gamma Serbaguna.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, melakukan peletakan batu pertama pada Groundbreaking pembangunan Iradiator Gamma yang berada di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Selasa (28/3).

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, menjelaskan, pembangunan Iradiator Gamma tersebut diperkirakan selesai pada akhir 2017 dan diperkirakan awal tahun 2018 mulai beroperasi.

DSC_1862-1200x797

”Iradiator ini untuk pengawetan makanan dan juga sterilisasi obat serta alat-alat pengobatan bahkan jamu verbal juga bisa dibunuh mikro organismenya sehingga lebih berkualitas. Karena kita negara tropis kalau tidak menggunakan pengawet radiasi bisa rusak sampai 40%,” jelas Djarot.

Gedung iradiator ini bekerja dengan cara menyinari bahan-bahan mentah memakai sinar gamma, atau dengan kata lain meradiasinya dengan nuklir. Lewat radiasi yang terkontrol, bakteri, kuman, telur, larva, serta serangga dapat dihilangkan dari bahan mentah sehingga penggunaan bahan kimia tak diperlukan lagi.

Dibangunnya Iradiator Gamma di Puspiptek ini masih terbilang skala kecil, namun sudah bisa dimanfaatkan oleh pengusaha-pengusaha kalau nanti sudah beroperasi. Ke depan, Iradiator Gamma Serbaguna diharapkan menjadi model atau master dari pembangunan iradiator lain di seluruh Indonesia karena saat ini hanya terdapat satu iradiator gamma komersial yang beroperasi untuk melayani industri sterilisasi

Ke depan, pihaknya berharap bisa dibangun dengan skala yang lebih besar di berbagai daerah di Indonesia. Harapan ini pun diamini menristekdikti yang menghimbau reaktor harus dibangun di Indonesia karena dari tenaga kimia atau nuklir yang dihasilkan sangat penting untuk membangun energi yang lebih besar yang jadi kebutuhan.

DSC_1902-1200x812

“Dengan dibangunnya ini, harapan kami dapat menambah nilai ekonomi, terutama pada masyarakat. Para peneliti haruslah digiatkan bisa menghasilkan suatu produk yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Nasir.

Nasir melanjutkan, pembangunan Iradiator Gamma ini menjadi bukti insinyur Indonesia mampu mengelola nuklir. Bila responsnya positif bukan tak mungkin Indonesia akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

“Tujuannya pembangunan ini ya menambah nilai ekonomi masyarakat. Selain itu, memacu peneliti kita untuk terus mengembangkan produk-produk yang berkaitan dengan nuklir,” katanya.

DSC_1966-1200x1587

Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany juga berkomitmen bahwa tugasnya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dengan pembangunan Iradiator Gamma Serbaguna ini karena banyak masyarakat yang pasti belum tahu tentang Iradiator ini.

Ia menyambut baik pengembangan teknologi tersebut dan berharap kemajuan teknologi yang dilakukan di Kota Tangsel bermanfaat secara signifikan bagi masyarakat. Dengan banyaknya kemajuan teknologi seperti saat ini pembangunan iradiator, saya berharap dapat secara nyata bermanfaat bagi masyarakat Tangsel. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015