Menkop Dorong UMKM Ekspor Manfaatkan KURBE

Kamis, 31 Mar 2016
foto istimewa

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mendorong para pelaku koperasi dan UMKM berbasis ekspor untuk memanfaatkan Program Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE). KURBE sebagai bagian dari paket kebijakan XI yang baru saja diumumkan pemerintah diharapkan bisa menjadi solusi masalah pembiayaan UMKM.

“Selama ini upaya untuk mengekspor produk UMKM masih terkendala, terutama masalah pembiayaan, serta masalah dalam kapasitas UMKM yang menyangkut Sumberdaya Manusia, pemasaran, dan pemenuhan standar perdagangan internasional yang ketat,” katanya, di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, KURBE akan menjadi instrumen yang menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja dan investasi bagi UMKM. KURBE juga dapat memberikan stimulus kepada UMKM untuk meningkatkan ekspor nasional.

“Dengan demikian, diharapkan bisa meningkatkan daya saing produk ekspor UMKM berbasis kerakyatan serta meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk ekspor,” ujarnya.

KURBE sendiri sesuai paket kebijakan XI akan menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja (Kredit Modal Kerja Ekspor/KMKE) dan investasi (Kredit Investasi Ekspor/KIE) bagi UMKM.

Selain itu, penyaluran pembiayaan kepada skala UMKM yang berorientasi ekspor (UMKM Ekspor), dilakukan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/LPEI (Indonesia Eximbank). KURBE ditetapkan dengan tingkat suku bunga sebesar 9% p.a efektif (tanpa subsidi), sedangkan untuk KURBE mikro maksimal plafond sebesar Rp5 miliar.

Sementara KURBE kecil maksimal Rp25 miliar dan KURBE menengah maksimal Rp50 miliar dengan jangka Waktu KURBE paling lama 3 tahun untuk KMKE dan/atau 5 tahun untuk KIE. KURBE menyasar utamanya para supplier/plasma yang menjadi penunjang industri dan industri/usaha dengan melibatkan tenaga kerja yang cukup banyak sesuai dengan skala usahanya. (tety)