Orasi Ilmiah Wisuda Institut STIAMI: Indonesia Butuh Pemimpin Nasional Taat Beragama

Kamis, 28 Apr 2016

DSC_0717 (1)

JAKARTA (Pos Sore) — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Drs Muhammad Amin Suma SH, MA, MM mengatakan, Indonesia adalah negara beragama. Didirikan oleh orang-orang yang memiliki agama, dan menempatkan agama sebagai hal yang utama dan harus ada.

“Karena itu, pemimpin nasional harus beragama, bahkan yang tergolong taat beragama. Sebagai negara beragama, tentu tidak mungkin Indonesia dipimpin orang yang tidak beragama. Itu artinya agama menjadi harga mati bagi pemimpin nasional,” tegasnya saat orasi ilmiah di hadapan 406 wisudawan Program Sarjana dan 76 wisudawan Program Pascasarjana Institut STIAMI dalam Wisuda Periode Semester Ganjil Tahun Akademik 2015-2016, di Gedung Dhanapala Departemen Keuangan, Jakarta, Kamis (28/4).

Ia melanjutkan, dengan agama memungkinkan adanya partisipasi aktif nilai dan kaidah agama dalam gaya kepemimpinan. Tidak terkecuali dalam hal yang bersentuhan dengan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan yang diperjuangkan untuk masyarakat.

Memang Indonesia memiliki keragaman agama. Tetapi dengan jumlah mayoritas Islam, maka adalah wajar jika masyarakat mengutamakan pemimpin nasional dari kalangan orang-orang Islam. Meski Undang-Undang sesungguhnya memberikan peluang yang sama bagi agama lain untuk menjadi pemimpin nasional.

“Jadi jika masyarakat Indonesia tetap menginginkan pemimpin nasional adalah orang Islam itu sah-sah saja. Jangan diperdebatkan dengan dalil apapun. Karena sebagai umat beragama warga negara Indonesia memiliki hak memilih calon pemimpin nasional yang seagama, termasuk orang Islam yang menginginitutkan pemimpin nasionalnya dari kalangan Islam,” tambahnya.

DSC_0781 (1)

Sementara itu, Rektor Institut STIAMI Dr Ir Panji Hendrarso MM berharap orasi ilmiah yang dibawakan Prof Amin bisa memberikan wawasan baru bagi para wisudawan yang segera memasuki dunia kerja.Pencerahan wawasan seperti ini akan menjadi suntikan segar saat bersaing dalam dunia kerja.

“Kita akan terus berjuang meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan agar para lulusan memiliki kompetensi tinggi dalam memasuki dunia kerja dan menghadapi era MEA,” tandas rektor dalam wisuda bertema ‘Creative, Excellent and Competitive’ tersebut.

Dikatakanya, banyak mahasiswa yang memilih perguruan tinggi tanpa suatu pertimbangan yang matang sehingga membuang waktu, kesempatan, dana dan daya. Karena itu perlu pemahaman yang benar mengenai hal ini agar tidak salah dalam menentukan jalur pendidikan yang dipilih, Pilihlah program studi yang masih terbuka luas dan lapangan kerja mendukung.

“Di Institut STIAMI menerapkan kurikulum revolusioner berbasis kompetensi yang menghasilkan lulusan-lulusan siap kerja dengan kemampuan dan skill yang optimal, serta memiliki kompetensi menjadi entrepreneur, yang memang disiapkan untuk mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain dan bersaing dalam dunia kerja,” ujarnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015