Pencernaan Sensitif Juga Berdampak Pada Perkembangan Emosi Anak

Kamis, 28 Apr 2016

nutritalk11

JAKARTA (Pos Sore) — 1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan window of opportunity bagi bayi. Tidak hanya untuk perkembangan pencernaan yang sehat, tetapi juga merupakan masa kritis untuk perkembangan otak anak,

Bila terdapat gangguan pencernaan pada periode tersebut akan berisiko tinggi berdampak pada pertumbuhan anak dari sisi berat dan tinggi badan, BMI, dan lingkar kepala. Berdampak pula pada perkembangan anak dari sisi penglihatan, pendengaran, motorik, bicara-bahasa, dan personal sosial-emosi.

“Anak dengan tumbuh kembang optimal akan menjalani kualitas hidup yang baik termasuk dari sisi perilaku-sosial maupun prestasi akademis. Pada masa ini, pemberian nutrisi yang tepat dapat menyehatkan pencernaan sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal,” tegas DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Konsultan Tumbuh Kembang Anak saat berbicara dalam Nutritalk bertajuk ‘Early Life Nutrition – Dasar dasar dan Pedoman Praktis Mengatasi Pencernaan Sensitif Pada Anak’, yang diadakan Sarihusada, di Jakarta, Kamis (28/4).

Dikatakan, pencernaan sensitif dapat berimplikasi tidak saja berupa gagal tumbuh pada anak, tapi juga berupa gangguan perkembangan emosi, perilaku, dan kecerdasan anak jangka panjang. Hal tersebut menjadi salah satu implikasi dari hubungan emosional antara anak dengan orang.

“Akan terjadi peningkatan stress pada anak akibat tidak bisa makan, yang sangat mungkin diperberat dengan adanya dampak ekonomi keluarga akibat kebutuhan tinggi terhadap biaya obat kunjungan berulang ke tenaga medis, serta berkurangnya produktivitas orang tua,” paparnya.

Karena itu, kata dia, pencernaan sensitif memerlukan penanganan yang tepat dengan memperhatikan setidaknya tiga kandungan dalam makanan. Pertama, serat, yang bermanfaat untuk menjaga konsistensi tinja, pergerakan usus, dan meningkatkan produksi SCFA (short chain fatty acid). SCFA ini sumber nutrisi sel usus besar dan stimulasi pertumbuhan mikroflora baik sehingga meningkatkan peran proteksi terhadap infeksi.

Kedua, Zinc yaitu mineral yang berperan dalam proses regenerasi sel mukosa usus. Dan, ketiga, Glutamin sebagai sumber energi untuk saluran cerna, mempertahankan integritas mukosa, dan translokasi bakteri.

nutritalk2

Terkait diskusi kesehatan ini, Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Sarihusada, berharap, Nutritalk kali ini dapat menyebarkan pengetahuan kesehatan anak kepada masyarakat luas.

“Masyarakat diajak untuk meningkatkan pengetahuannya tentang peran saluran cerna bagi optimalisasi tumbuh kembang dan langkah praktis untuk mengatasi saluran cerna sensitif.” (tety)