Saluran Cerna yang Sehat Dukung Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak

Kamis, 28 Apr 2016

nutritalk12

JAKARTA (Pos Sore) — Saluran cerna memiliki peran unik dan penting bagi kesehatan setiap anak. Saluran cerna yang sehat akan mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak. Karenanya, diperlukan nutrisi yang tepat agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik dalam mencerna dan menyerap makanan.

Dr. Badriul Hegar, Ph.D, SpA(K), Konsultan Gastrohepatologi Anak, saat berbicara dalam Nutritalk bertajuk ‘Early Life Nutrition – Dasar dasar dan Pedoman Praktis Mengatasi Pencernaan Sensitif Pada Anak’, yang diadakan Sarihusada, di Jakarta, Kamis (28/4), mengatakan, saluran cerna 40% selnya adalah jaringan limfoid. Jaringan ini merupakan sel sistem imun, yang perannya dalam mekanisme pertahanan tubuh secara keseluruhan sangat penting.

Dan bayi, sekitar 70-80% sel imun dihasilkan oleh saluran cerna dan proses ini berkembang pesat pada satu tahun pertama kehidupan. Saluran cerna sehat diharapkan dapat menoleransi makanan yang masuk ke dalam tubuh anak dan meningkatkan proteksi terhadap kuman penyakit.

“Bayi merupakan makhluk yang sangat rentan, karena secara fisiologi saluran cernanya belum matang sehingga perannya sebagai sistem imun juga belum matang,” urainya dalam diskusi yang dipandu dr. Lula Kamal.

Selain itu, sel-sel pada permukaan usus pada bayi masih dalam posisi renggang sehingga memudahkan kuman atau makanan yang sensitivitasnya tinggi masuk ke dalam tubuh bayi, yang dapat menimbulkan masalah pada kesehatan.

nutritalk5

“Nah, sekitar 30% anak memiliki saluran cerna yang rentan atau sensitif, mudah diare, mengalami konstipasi, atau menghasilkan gas berlebihan. Di Indonesia, diare penyebab kematian nomor dua (15-17%) pada anak usia di bawah 5 tahun, sedangkan konstipasi kronis dialami oleh 12% anak,” paparnya.

Diare adalah kondisi anak buang air besar (BAB) cair lebih dari tiga kali sehari. Keadaan ini dapat disebabkan oleh infeksi, seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur, atau non-infeksi seperti alergi dan intoleransi makanan. Konstipasi adalah kondisi anak mengalami BAB dengan tinja keras dan frekuensi kurang dari 2 kali dalam seminggu.

“Diare dapat dicegah dengan memberikan ASI ekslusif, MPASI sesuai waktu dan kebutuhan bayi, menjaga kebersihan, dan imunisasi. Konstipasi dapat dicegah dengan memberikan cukup cairan dan serat yang tidak berlebihan dan tidak kekurangan,” tambahnya.

Saluran cerna yang sehat berarti dapat menjalankan fungsinya dengan optimal, tidak saja mencerna dan menyerap makanan, tetapi juga sebagai mekanisme pertahanan tubuh.

Keberadaan mikroflora di dalam saluran cerna juga memegang peran penting terhadap kematangan sistem imun anak. Saluran cerna bayi yang mendapat ASI didominasi oleh bakteri baik yang keberadaannya memberikan keuntungan bagi kesehatan saluran cerna. Karena itu, pemberian ASI eksklusif 6 bulan menjadi sangat penting.

“Pencernaan yang sehat di masa awal kehidupan adalah landasan untuk tumbuh kembang optimal serta membangun tingkat kesehatan tubuh dan mental secara keseluruhan pada usia dewasa,” ujar Dr. Badriul Hegar dalam diskusi yang juga menghadirkan narasumber DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Konsultan Tumbuh Kembang Anak. (tety)