Balitbangtan Berhasil Ciptakan Kopi Luwak Probiotik

Kamis, 19 Mei 2016

JAKARTA (Pos Sore) – Indonesia terkenal dengan sejumlah kopi khusus seperti kopi luwak, kopi Mandailing, kopi Gayo dan kopi Toraja. Kopi luwak adalah produk kopi yang dihasilkan dari biji yang telah melalui proses perncernaan binatang luwak dan memiliki cita rasa yang spesifik dan istimewa.

Dengan makin besarnya permintaan akan kopi luwak, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah memiliki teknologi pembuatan kopi luwak dengan menggunakan mikroba probiotik dari saluran pencernaan binatang luwak.

“Balitbangtan telah menghasilkan kopi luwak probiotik yang secara teknis diinokulasi dari saluran pencernaan luwak dan difermentasi di luar tubuh binatang itu,” jelas Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir, di Jakarta, Kamis (19/5).

Kepala Badan menambahkan kopi luwak probiotik ini memiliki beberapa keunggulan antara lain cita rasanya sama dengan kopi luwak tradisional, bisa diproduksi dalam skala besar atau sesuai kebutuhan, bisa diproduksi dengan cita rasa yang bervariasi sesuai jenis luwak dan kopinya.

“Biaya produksi juga lebih murah dibandingkan menggunakan luwak hidup serta lebih ramah lingkungan,” tambah Kepala Badan.

Kopi luwak probiotik juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan seperti halnya kopi luwak tradisional dengan adanya kandungan asam organik yaitu asam butirat dan asam laktat yang berguna untuk menekan stress, mencegah kanker usus dan menekan terjadinya peradangan pada saluran pencernaan.

Dalam kesempatan itu Kepala Badan menegaskan Kementerian Pertanian tetap mengawal beragam komoditas strategis di luar padi, jagung dan kedelai khususnya dengan berbagai inovasi teknologi baik untuk meningkatkan produksi serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Salah satunya hari ini kita luncurkan kopi luwak probiotik,” ujar Kepala Badan.

Ir. Suprio Guntoro, peneliti Balitbangtan yang menemukan teknologi ini menambahkan dengan teknologi ini bisa meningkatkan daya saing kopi Indonesia serta kesejahteraan petani, karena dengan produksi kopi luwak probiotik dapat melibatkan banyak petani untuk menyediakan bahan baku bermutu dengan harga yang lebih tinggi.

Dalam aplikasinya teknologi produksi kopi luwak probiotik bisa diterapkan dalam skala besar, baik pada jenis kopi arabika maupun robusta. Dengan demikian, teknologi ini dapat melibatkan berbagai pihak, baik petani sebagai penyedia bahan baku yang bermutu, pihak swasta/koperasi sebagai pengolah, serta para pengusaha yang bergerak di bidang pemasaran. (tety)