PMA Dominasi Permohonan di BSK

Hadapi Persaingan Global, BSK Harus Berkualitas Internasional

Selasa, 24 Mei 2016
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta,Eddy Kuntadi Saat Pembukaan Raker keII Badan Sertifikasi Kadin (BSK), Selasa (24/5).

JAKARTA (Pos Sore) –Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Eddy Kuntadi menginginkan keberadaan Badan Sertifikasi  Kadin (BSK) memiliki kualitas tinggi berstandar internasional.  Apalagi menghadapi era globalisasi ekonomi saat ini, daya saing ditentukan dengan sertifikat kompetensi  yang diakui dunia internasional.

“BSK harus punya target .Apakah hanya sekadar menciptakan dan menerbitkan sertifikat kompetensi atau ingin menjawab tantangan globalisasi.”

Tentunya, kata Eddy, yang diciptakan BSK harus bias menicptakan daya saing tinggi sesuai tuntutan psar global. “BSK harus punya target. Apakah hanya sekadar menciptakan dan menerbitkan sertifikat kompetensi atau ingin menjawab tantangan globalisasi,” ungkap Eddy di sela pembukaan Rapat Kerja (Raker) ke-II, BSK, di Jakarta, Selasa  (24/5).

Eddy juga mengingatkan, agar BSK bisa menjawab tantangan yang ada. Mengingat persaingan usaha di saat ini makin ketat dengan adanya  pasar bebas Asean, pihaknya ingin BSK menjadi badan sertifikat  bersatndar internasional. Untuk itu, tentunya banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan BKS. Baik dalam meningkatkan kualitas sertifikat kompetensi yang diterbitkan.

“Semua ini perlu evaluasi, introspeksi  bagaimana sertifikat berstandar ini bisa diakui dan bersaing secara internasional. Ini harus jadi pemikrian. Dengan begitu standar yang kita buat bisa menjadi acuan sehingga pihak asing tidka gampang masuk ke Indonesia.”

Apalagi, katanya, hampir sebagian besar  pengusaha anggota Kadin DKI Jakarta merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang butuh proteksi ketat agar tidak tergilas oleh persaingan yang ada saat ini. Äda dua hal yang harus dilakukan pertama, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik di BSK. Kedua kualitas UKM penerima sertifikat komptensi dari BKS.

Ketua BSK, Berry B Purba yang hadir pada kesempatan itu, mengungkapkan, kebutuhan terhadap sertifikat kompetensi ini semakin tinggi. Buktinya sepanjang 2015, hampir  6 ribu sertifikat sudah  diterbitkan. Dari jumlah itu hamper 60 persen berasal dari permintaan Parusahaan Modal Asing (PMA) skala besar.

Itu berarti, kata Berry, keberadaan BSK dalam menerbitkan sertifikat kompetensi samakin penting dan dibutuhkan dalam menjawab tantangan persaingan di era globalisasi. “Walaupun banyak perusahaan PMA, akan tetapi kita selektif dalam meneliti data dan kelengkapan administrasi mereka.“

Karena itu, kata Beery, pihaknya tidak ingin ada asing yang mendompleng  perusahaan lokal untuk kepentingan mereka. “Kita mengkategorikan PMA sebagai perusahaan skala besar. Ini penting agar UKM tetap terproteksi dan tidak gampamng ditunggangi  asing.”

Terkait Raker ke II kali ini, terlihat lebih fokus dalam membicarakan tentang peningkatan kualitas BSK dengan sertifikat yang diterbitkan. Termasuk pembahasan hangat tentang batas waktu pelayanan menerbitkan sertifikat yang lebih cepat sesuai keinginan Presiden Joko Widodo.

Dari Raker kali ini, disepakati penerbitan sertifkat komptensi  tidak terlalu lama hanya antara 7-10 hari saja, jauh lebih cepat dari sebelumnya yang mencapai 14 hari kerja.

Tentunya, kata Berry, untuk mewujudkan keinginan para anggota kadin DKI Jakarta ini, sangat diharapkan kerjasama dengan asosiasi terkait bersama Kadin di tingkat wilayah. “Kita berharap asosiasi bisa melakukan pembenahan dan bisa bersaing di era globalisasi secara profesional.Jangan sampai asosiasi hanya punya nama tetapi tidak bisa bersaing.”(fitri)