Taiwan Tawarkan Pasar Indonesia Mesin Pengolah Plastik dan Karet Canggih

Selasa, 31 Mei 2016

Setia Budi-20160531-02484

JAKARTA (Pos Sore) – Potensi konsumsi produk plastik di Indonesia masih cukup besar. Permintaan plastik ini utamanya didorong oleh pertumbuhan industri makanan dan minuman dan FMCG (fast moving consumer good) yang mencapai 60%.

Begitu pula dengan produksi karet nasional sebesar 3,1-3,2 juta ton selama beberapa tahun terakhir. Sekitar 600 ribu ton di antaranya diserap pasar domestik. Penyerap utama adalah industri dalam negeri dan sisanya pabrik olahan hilir karet sektor non ban.

Dan, ini menjadi peluang yang sangat besar bagi negara-negara lain untuk menawarkan mesin pengolahan plastik dan karet yang canggih. Taiwan pun mencoba menjajal Indonesia menawarkan mesin berteknologi tinggi yang mereka hasilkan.

Direktur Taiwan Trade Center (TAITRA) Tony K Lin mengatakan, salah satu usaha dalam kegiatan industrinya, Taiwan akan menghadirkan produk-produk pengolahan plastik dan karet di beberapa event besar. Satu di antaranya Taipei Internasional Plastic and Rubber Industry Show (Taipei PLAS) yang diadakan di Taipeh Nangan Exhibition Center pada 12-16 Agustus 2016.

“Dalam pameran ini akan menampilkan mesin pengolahan plastik dan karet serta peralatan pencetakan yang mampu menyedot 18.800 pengunjung internasional. Taipei PLAS juga akan menghadirkan peralatan bantu, peralatan cetakan, aksesoris, bahan baku, produk setengah jadi, peralatan pencetakan 3D, dan lainnya,” kata Tony, dalam Taipei PLAS media gathering, di Jakarta, Selasa (31/5).

Dikatakan, TAITRA bekerja sama dengan Taiwan Association of Machinery Industry (TAMI) menyelenggarakan event Taipei PLAS dan menghadirkan 535 peserta pameran dengan menggunakan 2.680 booth. Pihaknya memastikan event industri ini menjadi acara yang tidak bisa dilewatkan.

Even lainnya yaitu Taipei International Machine Tool Show (TIMTOS) akan diadakan di Taipeh World Trade Center (TWTC), Taipeh Nangan Exhibition Center, dan Taipei Expo Park pada 7-12 Maret 2017. TIMTOS 2017 diharap mampu menarik 7.500 pembeli asing dan 47.500 pengunjung domestik.

“TIMTOS menawarkan mesin pengolahan plastik yang fokus pada industri 4.0 dan produk terbaru yang dikembangkan dengan menggabungkan teknologi ICT, IOT, dan smart manufacturing. Peserta pameran sebanyak 1.020 peserta yang menempati 5.450 booth,” jelasnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengakui mesin pengolahan plastik milik Taiwan memiliki kualitas yang sama dengan mesin dari negara lain seperti Jerman, Jepang, dan bahkan Italia. Keunggulan lainnya, harganya yang jauh lebih miring dibanding produk negara lain.

“Selain memiliki kualitas dengan teknologi tinggi, mesin pengolahan plastik dan karet Taiwan lebih murah. Jika menggunakan produk ini, saya rasa bisa menekan ongkos produksi dalam negeri hingga 30 persen. Artinya, ini bisa menggenjot produksi plastik dan mampu mendorong pemenuhan kebutuhan industri makanan dan minuman,” urainya. (tety)