BPPT Kembangkan Sagu Pemkab Lingga Menjadi Beras

Rabu, 1 Jun 2016
foto istimewa

JAKARTA (Pos Sore) – Sagu, makanan pokok masyarakat Indonesia bagian timur yang tak asing terdengar di telinga. Kini sagu bisa dikembangkan jadi beras. Sagu beras atau beras sagu tak jadi masalah, yang penting sagu yang dibentuk butiran beras dan bila dimasak serupa nasi ini bisa menjadi bahan pangan alternatif bagi masyarakat Indonesia.

Dan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil mengembangkan sagu menjadi beras sebagai upaya merespon ketergantungan Indonesia terhadap beras padi. Lembaga yang dipimpin Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc itu memiliki teknologi dan penerapannya.

Kemampuan BPPT dalam mengembangkan beras sagu ini terdengar juga di telinga Pemkab Lingga. Lingga sejak tahun 1800-an memang terkenal dengan ‘lumbung sagu’, namun produksi sagu di Lingga yang masih tradisional yang akan menjadi titik kritis. Karenanya, harus dibenahi dengan teknologi BPPT. Teknologi yang menjadikan sagu produk unggulan yang sehat harus segera dilakukan.

“Kami memiliki teknologi dan penerapannya. Kami dan Pemkab Lingga telah menjalin kerjasama untuk mengangkat sagu yang merupakan potensi lokal mereka menjadi beras sagu,” kata Unggul di Jakarta, Rabu (1/6).

Unggul menambahkan, kesepakatan kerjasama yang ditandatangani Bupati Lingga, H. Alias Wello, S.Ip itu juga menjadikan sagu dapat dikemas menjadi produk olahan lainnya. Beras dari sagu bisa juga menjadi solusi untuk menurunkan gula darah, trigliserida, dan kolesterol dalam tubuh manusia

Direktur Pusat Agroindustri BPPT, Dr. Hardaning Pranamuda, M.Sc menjelaskan, pasca kesepakatan kerjasama itu, pihaknya akan melakukan observasi ke Lingga agar penerapan teknologi dapat sesuai kebutuhan.

Kabupaten yang hanya dua jam ke Singapura dengan speed boat ini juga akan mengembangkan merica, singkong, dan kelapa menjadi produk olahan. Membangun Lingga dengan sentuhan teknologi. Sinergi berlandaskan Nawa Cita untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

sagu

Bupati Lingga, Alias Wello pada Senin (30/5), menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala BPPT, Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc terkait dengan teknologi pengolahan sagu. Penandatanganan MoU tersebut, merupakan tindaklanjut dari kunjungan Bupati Lingga ke Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) BPPT, Serpong, pada Senin (4/4) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bekerjasama dalam bidang pengkajian, penerapan, dan pemasyarakatan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah Kabupaten Lingga.

Menurutnya, dengan sentuhan teknologi pengolahan modern potensi sagu yang telah berkembang sejak jaman kesultanan Lingga 200 tahun lalu, sagu Lingga akan semakin terangkat begitu juga ekonomi 3.000 lebih masyarakat di 12 desa di Kabupaten Lingga.

Terlebih sagu juga merupakan tanaman penghasil karbohidrat potensial yang memiliki nilai gizi yang tidak kalah dengan bahan pangan lainnya. Potensi lahan sagu yang tumbuh secara alami dalam bentuk hutan di Kabupaten Lingga, luasnya kini mencapai 2.700 hektar. Lahan seluas itu, tersebar di dua belas desa dengan jumlah tempat pengolahan sekitar 140 unit.

‘Prof Sagu’ di Pusat Teknologi Agroindustri BPPT, Prof. Dr. Bambang Haryanto, MS, menambahkan sagu memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan bahan pangan lainnya seperti beras, jagung, singkong maupun gandum. Sagu juga tidak memiliki efek negatif bagi usus. Karena itu, sagu dapat menjadi probiotik yang berguna untuk melancarkan pencernaan.

Dengan penerapan teknologi modern dan juga pemanfaatan limbah sagu yang dapat diolah menjadi kantong yang mampu didaur ulang, menjadi harapan besar pertanian sagu Lingga bangkit lagi menumbuhkan ekonomi yang lebih baik ke depan. (tety)