Partai Barnas Konsolidasi Dan Siap Kibarkan Bendera

Kamis, 23 Jun 2016

JAKARTA (Pos Sore) — Carut marut dunia politik belakangan ini membuat Partai Barisan Nasional (Barnas) yang pernah menjadi salah satu peserta Pemilu 2009 kembali menggeliat untuk bangun dari tidur panjangnya karena terjegal Parlementary Treshhold pada Pemilu 2014.

Pada acara buka puasa bersama dengan beberapa tokoh pemuda dan pergerakan di Jakarta, Ketua Umum Barnas Muhammad Arfan mengatakan Partai Barnas sudah siap untuk tampil kembali ke kancah politik nasional dengan mengandalkan kebersamaan dalam perjuangan untuk kesejahteraan anak bangsa.

Diantara tokoh pemuda dan pergerakan yang hadir pada buka puasa bersama tersebut tercatat Ketua Umum Lembaga Kajian Sosial dan Politik, Harmoni Kebangsaan, Loetfi Noel Arif dan Muhammad Hasyim. Kedua tokoh ini diduga akan bergabung dengan Partai Barnas di bawah kepemimpinan Muhammad Arfan.

Kepada wartawan Arfan menegaskan, salah satu prinsip dasar demokrasi dan demokratisasi politik adalah kebebasan untuk menyalurkan aspirasi politik dan hal itu tidak lain merupakan pengejawantahan dari hak asasi yang tertera dalam undang undang dasar Republik Indonesia tahun 1945 dan declaration of human Rights.

Sebab itu, lanjutnya, Partai Barisan Nasional tidak berpretensi untuk melakukan konfrontasi politik dengan partai partai lainnya, tetapi jusru berihtiar semaksimal mungkin untuk menjadi partai yang mandiri dan kooperatif.

Kehadiran Partai Barnas boleh diilustrasikan sebagai rumah yang dibangun atas pilar-pilar nasionalis, relijius, demokrasi, progresif, kooperatif, kerakyatan, kebhinekaan dan keterbukaan.

Melalui pilar-pilar tersebut sebagai kerangka penyangga eksistensi Partai Barnas, lanjut Arfan, Partai Barnas akan berada di garda terdepan untuk mengawal Pancasila sebagai landasan ideology dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 sebagai landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Untuk mewujudkan kehadiran kembali Partai Barnas, Muhammad Arfan sudah melakukan berbagai langkah di antaranya menyiapkan persyaratan adminsitrasi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) termasuk membayar pajak Partai Politik di sebuah Bank pemerintah.

“Semua sudah selesai, tinggal sekarang mesin partai ini dihidupkan. Bendera Partai Barnas siap dikibarkan di seluruh pelosok tanah air kembali. Semua kader Partai Barnas di daerah sudah bersiap diri menyambut kehadiran kembali partai ini,” tegasnya.

Arfan mengingatkan bangsa Indonesia bahwa Partai Barnas bukan merupakan produk sempalan dari sebuah partai yang terlebih dahulu ada.

“Jadi kalau ada pengurus di tingkat pusat dan daerah kelak yang hengkang dari partai lamanya karena berharap perubahan yang hakiki dalam hak politiknya, maka sebaiknya itu dipandang sebagai hal yang lazim dan alamiah,” ujarnya.

Darimana dana diperoleh untuk menghidupkan Partai ini? Arfan dengan tegas mengatakan bahwa dana diperoleh dari Kader Partai Barnas. “Itu urunan para kader. Partai Barnas adalah partai yang bersih namanya dari berbagai isu negatif. Tidak ada cacat sedikitpun, bahkan  Kader Partai Barnas yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota   dikenal sebagai anggota yang sangat produktif membantu pemerintah daerah dalam melahirkan ide-ide cemerlangnya,” katanya. (hasyim)