18.4 C
New York
21/04/2021
Aktual

AII Ingatkan Pancasila Dasar Negara sebagai Perekat Bangsa

JAKARTA (Pos Sore) — Adil Indonesia Institute (AII) merasa prihatin melihat kenyataan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat kian memudar. Maka tak heran, jika semakin banyak gangguan yang jika tidak diatasi dapat menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang susah payah dibangun oleh Ir. Soekarno, founding father dan Presiden pertama Indonesia.

Direktur AII Doni Harsiva berpendapat, maraknya aksi-aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa tahun terakhir, juga tawuran dan konflik sosial menjadi pertanda lemahnya anak-anak bangsa dalam menjiwai Pancasila. Nilai-nilai yang dikandung dalam Pancasila nyaris dilupakan begitu saja. Jiwa negara berlandaskan Pancasila sebagai dasar negara ini pun jadi kering kerontang.

Tak ingin Pancasila terus tergerus dan hanya tinggal nama, Adil Indonesia Institute (AII) bersama BUMN Perusahaan Gas Negara (PGN) pun menggelar Dialog Ramadhan tentang ‘Pancasila Dasar Negara Perekat Bangsa’, di Jakarta, Kamis (23/6).

Menghadirkan pembicara Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik, Guru Besar Universitas Indonesia Akhmad Syakhroza, S.E., MAFIS, Ph.D, anggota DPR RI Idham Wicaksono, dan Ganjar Razuni,SH,M.Si dari pengamat politik Universitas Nasional. Seminar yang diakhiri dengan buka puasa bersama ini juga diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya PANCASILA melalui sila-silanya menjadi perekat bangsa, agar seluruh warga negara tetap bersatu dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, untuk memberikan wacana penerapan nilai–nilai Pancasila kepada masyarakat Indonesia.

“Di tengah kondisi majemuk, keberadaan Pancasila adalah anugerah. Pancasila melalui sila-silanya menjadi perekat bangsa, agar seluruh warga negara tetap bersatu dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Saat ini sudah waktunya bangsa ini, terutama kalangan muda, menggalakkan dan memperkuat Pancasila,” tegas Direktur IIA Doni Harsiva.

Upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila juta tak lepas dari ditetapkannya 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila. Penetapan tersebut terasa istimewa di tengah memudarnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Sila-sila yang semestinya mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara yang mulai dilupakan.

“Penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya Pancasila yang bukan hanya dikenang, diperingati, atau dilestarikan, tetapi diamalkan,” tegasnya. (tety)

Related posts

LPDB Siap Dukung Hilirisasi Produk Kelapa

Tety Polmasari

Adira Luncurkan ADIRA X-Tra Bonus 1001 MotoGP Sepang

Tety Polmasari

3 Napi Lapas Bandung Ditangkap

Tety Polmasari

Leave a Comment