Giwo Ajak Keluarga Teladani Rasul untuk Santuni Anak Yatim

Rabu, 29 Jun 2016

Kebayoran Lama-20160625-02669

SEBANYAK 100 anak yatim berkumpul dalam satu ruangan di kediaman Ketua Umum Konggres Wanita Indonesia (KOWANI) DR. Ir. Dra. Giwo Rubianto Wiyogo. MPd, di kompleks Permata Hijau, Jakarta Selatan. Dari mulut-mulut mungilnya keluar alunan ayat suci Alquran.

Setelah itu, mereka terlihat khusyuk mendengarkan siraman rohani dari ustadz Zirwan menjelang waktu berbuka puasa di hari ke-20 puasa Ramadhan. Mereka memang sengaja diundang sang empunya rumah. Bukan sekedar untuk berbuka puasa bersama dan menikmati aneka hidangan makanan, tetapi juga mendapatkan bingkisan lebaran dan sejumlah uang.

Ini memang kegiatan rutin yang setiap bulan Ramadhan dilakukan mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini. Bukan bermaksud untuk pamer, melainkan sebagai ungkapan bentuk syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat dan karunia bagi dirinya berserta keluarganya.

“Semoga santunan ini memberikan keberkahan bagi anak-anak yatim dan dhuafa ini sehingga di hari Lebaran anak-anak tersenyum bahagia dan ceria,” kata pemilik nama asli Sri Wuryaningsih yang begitu aktif dalam berbagai organisasi sosial ini.

Dalam setiap kegiatan santunan tersebut, mantan Wakil Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ini selalu menghadirkan keempat putranya — Ato Wurianto, Agi Wibianto, Adito Wirbianto, dan Ardi Amandianto. Ia ingin santunan anak yatim dan dhuafa ini juga menjadi agenda khusus tahunan keluarga keempat putranya. Dengan kata lain, menulari kebaikan kepada anak-anaknya.

“Saya ingin dalam keluarga anak-anak saya juga ada tradisi menyantuni anak-anak yatim. Bukan semata-mata membersihkan harta kita, tetapi juga berbagi kasih dan kebahagiaan. Karena dekat dengan anak-anak yatim juga sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah,” tutur Ketua Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) saat ditemui di rumahnya yang asri, Sabtu (25/6) malam.

Ketua Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) ini sangat ingin meneladani Rasulullah Muhammad Saw, yang perhatiannya terhadap yatim piatu, sangat besar, yang selalu melindungi dan menjamin keperluan hidup mereka.

Nabi sendiri selalu menganjurkan umatnya dalam tiap keadaan untuk menyantuni anak yatim/piatu. “Aku dan pemeliharaan anak yatim, akan berada di syurga kelak”, sambil mengisyaratkan dan menyejajarkan kedua jari tengah dan telunjuknya, demikianlah sabda baginda s.a.w. (H.R. Bukhari)
 
Dalam hadis yang lain baginda s.a.w. bersabda “Sebaik-baik rumah tangga muslim ialah yang di dalamnya ada anak yatim yang dilayani dengan baik” (H.R. Ibnu Majah)
 
Ustadz Zirwan pun bersama anak-anak yatim mendoakan keberkahan bagi perempuan kelahiran Bandung 8 Mei 1962 ini beserta keluarga. Ustadz menjelaskan barang siapa yang memberikan makanan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, maka doanya akan diijabah dan dosa-dosanya akan dihapuskan. Dia pun termasuk orang yang dirindukan syurganya Allah.

Dikatakan, ada 4 orang yang dirindukan surganya Allah Swt. Pertama, yang membaca Alquran. Kedua, orang yang pandai menjaga lisan, tangan, kakinya. Ketiga, orang yang memberi makan orang kelaparan dan dalam keadaan berpuasa. Dan, keempat, orang yang sedang berpuasa.

“Mari kita mendoakan ibu Giwo dan keluarga selalu dipenuhi keberkahan. Dipanjangkan umurnya dan dimurahkan rezekinya. Karena menyantuni anak yatim dan dhuafa juga bagian dari silaturahim,” tuturnya.

Sang ustadz menambahkan, barang siapa yang mensyukuri nikmat Allah dengan mengoptimalkan ketaatan, maka Allah akan menambah kenikmatanNya bagi hamba-hamba yang pandai bersyukur. (tety)