18.4 C
New York
21/04/2021
Aktual

Menkop Puspayoga: Koperasi Tak Aktif Dikeluarkan dari Databese

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menegaskan wajah koperasi yang sudah membaik, jangan sampai dirusak oleh koperasi tak aktif. Karena itu, menkop meminta agar koperasi yang tidak aktif untuk segera dihapus dari database.

“Kita tidak mengejar jumlah koperasi, namun memperbanyak jumlah anggota koperasi. Ini adalah salah satu ciri koperasi yang sukses,” kata Menkop dan UKM Puspayoga, dalam peringatan Harkopnas ke-69 se-Provinsi Sulawesi Selatan, di kab Takalar, Senin (8/8)

Hal itu ditegaskan menanggapi jumlah koperasi yang tidak aktif di Sulsel yang mencapai 3.000 dari 8.600 koperasi yang tercatat di Sulsel. Menkop menegaskan itu merupakan bagian dari reformasi koperasi yang mencakup rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi. Koperasi juga harus mampu bertumbuh menjadi soko guru perekonomian nasional.

“Kenapa? karena ada yang salah dalam perekonomian kita di mana pertumbuhan tinggi tapi belum diimbangi dengan pemerataan, koperasi menjadi solusi agar terjadi keadilan distribusi kesejahteraan,” tegasnya.

Dalam kaitan ini pemerintah pusat memprioritaskan empat sektor yaitu infrastruktur, energi, pariwisata dan maritim.

Sementara itu, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid mengatakan, meski sudah 69 tahun koperasi lahir, namun sejauh ini Koperasi belum mampu berdaulat di negeri sendiri. Hal ini karena iklim perekonomian Indonesia, lebih kental dengan nuansa liberal dan kapitalis.

“Ibaratnya udara yg mengalir di Indonesia, itu adalah udara liberal. Sementara angin yang berhembus adalah kapitalis. Karena itu, koperasi harus tetap hadir menjadi peredam san berjuang menjadi soko guru perekonomian Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Nurdin memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel Yasin Limpo, karena telah menerbitkan perda sial pengembangan operasi unggul di Sulsel. Ia pun mendorong Gubernur menerbitkan aturan yang memihal koperasi misalnya dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Sementara itu Gubernur Sulsel Yasin Limpo menegaskan kalau mau berpihak pada rakyat, maka koperasi adalah jawabannya.

“Konglomerasi makin merambah sampai si desa, karena itu koperasi harus di dukung oleh semua,”katanya.
Menurut Gubernur, Sulsel akan membuat koperasi induk dan inti, untuk produk produk koperasi, yang akan didukung oleh 48 BUMN/BUMD. Harapannya uang yang berputar di Sulsel yang sekitar Rp 3,5 triliun bisa kembali ke masyarakat. (tety)

Related posts

Indonesia Pavilion Ikut Ramaikan Handmade Korea Summer 2017

Tety Polmasari

Web Sanken Dicatut, IPW Imbau Polda Metro Jaya Minta Bantuan Patroli Siber

Tety Polmasari

Mulai Tayang Hari Ini, “Jeritan Malam” Film Horor Termahal yang Unik

Tety Polmasari

Leave a Comment